Unram Buka Pusat Taman Edukasi Pertanian di Narmada

Taman edukasi pertanian yang dimiliki Unram di Desa Nyurlembang Kecamatan Narmada dan diresmikan Rektor Unram H. Lalu Husni pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) resmi membuka pusat taman edukasi pertanian atau Unram Farming. Taman ini berlokasi di Desa Nyurlembang, Kecamatan Narmada, kabupaten Lombok Barat.

Direktur Taman Edukasi Unram Farming, Werdi Ayub, SH., menjelaskan, Unram Farming dibentuk sebagai tempat edukasi pertanian dengan menggabungkan pusat edukasi pertanian yang dikemas dengan wisata alam, sehingga unsur edukasi dan wisata akan menjadikan pertanian sebagai hal yang menarik bagi masyarakat.

Iklan

“Ketika edukasi bertemu rekreasi, bertani itu menyehatkan, bertani itu menyenangkan,” ujarnya, Senin, 10 Agustus 2020.

Menurutnya pertanian adalah masa depan dan kedaulatan bangsa. Oleh sebab itu generasi saat ini maupun yang akan datang, perlu diajak untuk mengembangkan pertanian demi kejayaan bangsa.

“Mari kita ajak anak-anak untuk turun ke sawah dan ke kebun, mari kita ajak para peneliti bergairah dengan menghasilkan benih dan bibit unggul,” sarannya.

Area yang luasnya sekitar 4,5 hektare itu telah ditanami lebih dari 20 jenis sayuran, termasuk juga ditanami padi merah, padi hitam, padi putih dan kacang tanah hasil penelitian para ahli pertanian Unram,  bebernya. Perempuan yang akrab disapa Ibu Ayub itu juga mengaku, di sana juga telah ditanam bawang putih sembalun yang baru mulai diujicobakan untuk penanaman di dataran setinggi 140 mdpl.

“Semoga awalan ini semakin terus berkembang dan besar manfaatnya bagi masyarakat yang saat ini sudah mulai antusias,” katanya.

Dekan Fakultas Pertanian Unram Ir. H. Sudirman, M.S., Ph.D mengatakan, masyarakat sudah menunjukkan ketertarikannya untuk menyambangi tempat wisata edukasi itu. Itu adalah respons positif, sehingga Unram Farming akan memainkan perannya ke depan untuk mengedukasi masyarakat tentang urgensitas pertanian untuk menopang ketahanan pangan nasional.  “Petani kita sekarang berjumlah sekitar 32 juta orang dan hanya sekitar 2,7 di antaranya yang masih produktif (generasi muda, red.),” paparnya.

Untuk itu, menurutnya, menjadi PR bersama saat ini untuk membuat generasi muda atau santer dikenal sebagai generasi milenial, memiliki ketertarikan untuk melakoni profesi di bidang pertanian. Melakukan inovasi dengan sentuhan teknologi, sehingga mampu menghasilkan produk berdaya saing tinggi.

“Di sinilah Taman Edukasi Unram Farming memainkan perannya, setidaknya di kawasan kita ini,” terangnya.

Rektor Unram Prof. H. Lalu Husni mengapresiasi kerja keras Fakultas Pertanian dan BPU karena telah menelurkan ide kreatif dalam memanfaatkan lahan milik Unram itu. Prof. Husni mengatakan, selain sebagai tempat wisata Unram Farming ke depan juga akan digunakan sebagai tempat melaksanakan kegiatan akademis bagi mahasiswa dan dosen Unram, untuk mengimplementasikan program Merdeka Belajar yang diamanahkan Kemendikbud. Hal itu berarti kegiatan akan diperbanyak di luar ruangan.

“Konsep pengembangan wisata yang coba dikembangkan adalah edukasi dan rekreasi sekaligus, sehingga akan menyenangkan dan menarik minat generasi milenial,” ujar Prof. Husni.

Guru Besar Ilmu Hukum itu juga menuturkan bahwa konsep edukasi wisata yang dikembangkan Unram Farming, bisa menginspirasi generasi milenial, sehingga bisa mengubah persepsi mereka tentang profesi di bidang pertanian yang sebelumnya dianggap kurang menarik, menjadi berprospek.

“Semoga apa yang kita hajatkan bersama di tempat ini, yakni membangun model pertanian baru yang menarik bagi generasi milenial ke depan bisa terwujud,” tutupnya. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here