Unit Pengolah Limbah Medis akan Dibangun di NTB

Limbah Medis (Flickr/)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI mencanangkan pembangunan unit pengolahan limbah medis di lima provinsi di Indonesia. NTB masuk ke dalam rencana program 2020 tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, M.PH, menerangkan bahwa pengolahan limbah medis di NTB sampai saat ini masih dikerjasamakan dengan PT. Putra Restu Ibu Abadi yang berpusat di Mojokerto, Jawa Timur, atas izin dari KLHK RI. Per kilogram (Kg) limbah medis menelan biaya hingga Rp35 ribu untuk Pulau Lombok dan Rp65 ribu untuk Pulau Sumbawa.

Iklan

‘’Kita menghitung sebetulnya kalau dari tempat tidur, satu tempat tidur setiap pasiennya punya 1,2 Kg limbah medis. Itu dikirim setiap minggu MoU dengan transporter, pengolahannya di Jawa Timur,’’ ujar Eka. Dalam satu tahun biaya pengiriman dan pemusnahan limbah medis di NTB diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Berdasarkan catatan Dikes NTB, saat ini terdapat 641 unit tempat tidur untuk kelas B di seluruh rumah sakit di NTB, total produksi limbah medisnya mencapai 0,2 Kg per pasien per hari. Tempat tidur untuk kelas C berjumlah 1.898 unit dengan produksi limbah medis 0,2-0,3 Kg per pasien per hari, sedangkan untuk kelas terdapat 927 unit tempat tidur dengan potensi limbah medis 0,1-0,2 Kg per pasien per hari.

“Rata-rata produksi limbah medis rumah sakit se-NTB per hari sekitar 500 Kg atau 219 ton per tahun. Sebulan tinggal dikalikan, setahun sekitar Rp10 miliar biaya transporter dan pemusnahan,” ujar Eka. Biaya pengiriman dan pemusnahan, dibebankan pada masing-masing rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada.

Selain fasilitas pemusnahan, Dikes NTB juga mengharapkan adanya penyediaan fasilitas untuk penimbunan abu hasil pemusnahan limbah medis. Di mana tahapan tersebut masih dengan melakukan pengiriman ke fasilitas penimbunan milik PT. Prasadha Pamunah Limbah Industri di Cileungsi, Jawa Barat.

‘’Dari tiga tahap pemusnahan, mulai penyimpanan di gudang-gudang khusus, oleh transporter diambil setiap minggu keliling per kabupaten dan dikirim ke Jawa Timur, dikirim lagi ke Cileungsi. Kita baru sampai tahap kedua,’’ ujar Eka.

Dikes NTB mendorong agar fasilitas pengolahan yang diberikan oleh KLHK RI dapat disertai juga dengan izin penimbunan. “Karena itu butuh biaya juga, minimal biaya kirim,” sambungnya.

Dengan adanya fasilitas pengolahan limbah medis di NTB, Eka berharap fasilitas rumah sakit yang ada dapat menekan biaya operasional yang dibutuhkan. ‘’Nanti akan dihitung biaya operasional untuk memusnahkan berapa, itulah yang dibebankan kepada rumah sakit. Teorinya (biaya operasional) pasti berkurang,” ujarnya.

Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M.Si, menerangkan bahwa keputusan KLHK RI memberikan bantuan fasilitas pengolahan limbah medis telah ditetapkan melalui rapat di Jakarta beberapa waktu lalu. Kapasitas unit pengolahan ditargetkan mencapai 500-1000 Kg per hari.

Target tersebut mengikuti potensi limbah medis yang bisa dikumpulkan dari seluruh fasilitas kesehatan di NTB. ‘’Nanti dari mana-mana masuk. Limbah medis seperti bejana, jarum suntik, perban, dan lain-lain,’’ ujar Madani, Rabu, 29 Januari 2020 di Mataram.

Selama ini pengolahan limbah medis masih dilakukan di luar daerah seperti Surabaya atau daerah lainnya di Pulau Jawa. Untuk pengirimannya, limbah medis menghabiskan anggaran hingga Rp35 ribu per Kg dengan tambahan biaya pengelolaan.

Dengan dibuatnya unit pengelolaan di NTB, maka hal tersebut dapat menguntungkan secara ekonomi dan menambah pendapatan daerah. Pasalnya, dengan dipilihnya NTB sebagai salah satu lokasi pengolahan limbah medis, maka daerah lain yang berdekatan dapat mengirim dan membayar biaya pengelolaan ke NTB.

“Kita akan dapat pendapatan dari limbah medis itu. Bahkan Bali mau mengolah di sini,” ujar Madani.

Pembangunan unit pengolahan akan dimulai pada awal tahun 2020 dan terpusat di TPA Regional Kebon Kongok. Mengikuti rencana tersebut, Madani menyebut unit tersebut akan dapat beroperasi pada pertengahan atau akhir tahun mendatang. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional