Ungkap Kasus Alsintan, Kejari Loteng Belum Menyerah

Praya (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) masih terus berupaya mengumpulkan bukti pendukung terkait penyelidikan kasus dugaan penyimpangan pada program bantuan alat sistem pertanian (alsintan) tahun 2017. Itu artinya, proses penyelidikan kasus tersebut masih terus berjalan.

“Kita tegaskan kalau penyelidikan kasus alsintan tidak jalan di tempat. Prosesnya masih berjalan kok,” tegas Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H., M.H., kepada Suara NTB, Selasa, 8 Mei 2018.

Iklan

Memang, diakuinya sampai sejauh ini belum ada perkembangan cukup berarti dalam proses penyelidikan kasus tersebut. Tapi bukan berarti tidak ada progres yang berarti. Dalam hal ini, pihaknya masih optimis bisa menemukan alat bukti pendukung kuat yang bisa membuktikan ada penyimpangan dalam program tersebut. Namun, pihaknya butuh waktu yang cukup lama dan belum mau menyerah.

“Tim masih terus berkerja mengumpulkan keterangan serta alat bukti pendukung terkait kasus ini. Dan, kami optimis bisa mengungkap kasus ini,” tambahnya.

Soal fokus penyelidikan, Hasan mengatakan semua tetap diselidiki, baik itu terkait penyaluran mesin panen padi berupa combain, bantuan hand tractor serta pompa air yang bersumber dari anggaran daerah maupun pusat. Pasalnya, sumber anggaran dari bantuan alsintan berbeda. Ada yang dari anggaran pusat berupa mesim combain. Sedangkan untuk bantuan hand tractor dan pompa air, ada yang berasal dari anggaran kabupaten dan anggaran pemerintah pusat. (kir)