Unesco akan Turun Revalidasi Geopark Rinjani

Geopark Rinjani (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa – Bangsa atau United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organization (Unesco) akan melakukan revalidasi terhadap Geopark Rinjani yang sudah ditetapkan menjadi Unesco Global Geopark (UGG) 2018 lalu. Status Rinjani sebagai UGG akan kembali ditentukan pada 2022, setelah dilakukan revalidasi Geopark Rinjani pada tahun ini.

Manager Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Antar Lembaga Geopark Rinjani, Meliawati yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 8 Maret 2021, menjelaskan Unesco Global Geopark bukan status selamanya. Namun, setiap empat tahun akan direvalidasi.

Iklan

Geopark Rinjani Lombok ditetapkan sebagai UGG tahun 2018. “Berarti akan diputuskan ulang tahun 2022. Namun setahun sebelumnya, pada 2021, proses revalidasi sudah berlangsung,” kata Melawati.

Revalidasi yang dilakukan Unesco dengan melakukan penilaian dokumen dan kunjungan lapangan. Proses revalidasi lapangan direncanakan antara Mei – Agustus. Untuk tanggal pastinya, biasanya kesepakatan antara geopark dan assesor.

“Semoga di akhir Maret atau April sudah bisa dipastikan terkait kedatangan asesor, mengingat kondisi pandemi. Jadi kami juga masih menunggu arahan saja,” terangnya.

Meliawati mengatakan pada 2020, seluruh proses revalidasi lapangan sejumlah UGG ditunda. Seperti UGG Batur yang seharusnya direvalidasi pada 2020, namun terpaksa ditunda tahun 2021.

Terkait dokumen-dokumen pendukung dalam rangka penilaian kembali Rinjani sebagai geopark dunia, Meliawati mengungkapkan sudah dikirimkan ke Komisi Nasional Indonesia untuk Unesco, 25 Februari 2021. Kemudian, KNIU sudah mengirimnya ke Unesco.

Ia menambahkan, Unesco juga sudah memberi konfirmasi telah menerima dokumen tersebut. Menurutnya, yang harus kita pikirkan sekarang adalah proses revalidasi lapangan atau kedatangan asesor dari Unesco  ke Geopark Rinjani.

Ia menjelaskan dokumen-dokumen yang dikirimkan ke Unesco tersebut terdiri dari executive summary yang  dikirimkan pada tahun 2020. Kemudian, progress report  2018 – 2021.

Selanjutnya, evaluation form yang dulu diisi saat mengajukan diri ke UGGp. Dan terakhir, evaluation form, progres evaluasi dokumen pendukung berupa laporan tahunan dan lampiran.

Ia menyebutkan empat hal yang menjadi fokus pengelola Geopark Rinjani, yang ditunjukkan ke Unesco. Yaitu, Outstanding Geological value, Visibility, Networking dan Pengelolaan.

Untuk revalidasi lapangan, yang menjadi konsen, kata Meliawati adalah visibility. Berupa gerbang, panel interpretasi, petunjuk arah geopak. “Sudah diidentifikasi dan segera dilakukan penggantian untuk yang rusak atau upgrade untuk yang butuh diupdate,” terangnya.

Pihaknya mengaku optimis, status Rinjani sebagai geopark dunia akan dapat dipertahankan. Karena berdasarkan self asessment yang dilakukan dibandingkan waktu pengajuan awal 2016, nilainya lebih tinggi dibandingkan sekarang. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional