UMKM Sambut Gembira JPS Gemilang Dilanjutkan

Lalu Darmawan . (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM/Usaha Kecil Menengah (UKM) menyambut gembira, Pemprov NTB melanjutkan kembali program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Kebijakan ini dianggap selain menggerakkan ekonomi lokal, juga dapat menumbuhkan entrepreneur baru.

Seperti diketahui, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran Rp119,46 miliar lebih untuk melanjutkan program JPS Gemilang pada 2021 mendatang. Untuk mengantisipasi dampak lanjutan pandemi Covid-19 masih belum diketahui kapan berakhirnya.

Pegiat Kopi NTB, Qwadru Wicaksono, pemilik brand Wangi-Wangi Kopi ini mengatakan, menyambut kebijakan pemerintah provinsi ini sangat positif. Melihat dari dampak kebijakan paket JPS Gemilang yang dilaksanakan beberapa tahap di tahun 2020 ini. Qwadru mengatakan, produk yang dibeli pemerintah bisa lebih variatif. Misalnya makanan-makanan tradisional, kaliadem, keciput, temerodok atau yang menjadi khas masing-masing daerah di kabupaten/kota.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah kopi untuk mendorong lebih banyak lagi pegiat-pegiat kopi di NTB. Selain itu, sebelum JPS Gemilang dilaksanakan, ada baiknya, pemprov NTB mengumpulkan seluruh produsen-produsen komoditas lokal. Kemudian melakukan akurasi produk yang dimilikinya. Maksudnya agar produk-produk yang diserap nanti memiliki standar yang sama.

“Kalau ada yang kurang standarnya, edukasi dulu bagaimana membuat produk yang standar. Bisa melibatkan UMKM-UMKM yang sudah standar,” ujarnya. Wakil Ketua Asosiasi UMKM NTB, Lalu Darmawan menyatakan sambutan baik para UMKM terhadap kelanjutan program JPS Gemilang. Menurutnya, pemerintah daerah melaui OPD-OPD terkait harus sudah memiliki database produsen produk dan jumlahnya. Sehingga diketahui potensi ketersediaan produk lokal.

“Jangan nanti minta sebanyak-banyaknya tanpa ada pembatasan, lalu ada pihak-pihak yang mengambil untung sebagai makelar. Mendatangkan produk dari luar, lalu mengatasnamakan produk lokal. Ini juga harus diperhatikan pemerintah,” ujarnya. JPS Gemilang adalah konsep pemberdayaan kepada UMKM yang tidak dilakukan di tempat lain. Program JPS Gemilang ini sangat menolong UMKM, apalagi ditengah pandemi corona.

Kelanjutan program ini disambut penuh oleh para pelaku UMKM. Selain itu, salah satu yang diharapkan masih bisa masuk dalam paket JPS Gemilang adalah masker. Jumlah masker yang belum terserap pada paket JPS Gemilang sebelumnya sebanyak 250.000 pcs lebih. Seluruhnya masih tertumpuk dengan logo Pemprov NTB. “Mudah-mudahan masker – masker yang masih tertumpuk ini bisa diserap. Karena banyak UMKM yang saat ini masih kelimpungan membayar utangnya untuk berproduksi saat permintaan pemerintah daerah untuk paket JPS Gemilang sebelumnya,” harapnya. (bul)