UMKM Lokal Bertekad Tak Hanya Jadi “Penonton”

Beberapa pengurus PP UMKM NTB. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah lokal telah membentuk wadah secara resmi, namanya Perkumpulan Pelaku UMKM (PP UMKM) Provinsi NTB. Wadah ini telah dilegalkan oleh Kemenkumham melalui akta notaris. PP UMKM ini terbentuk dari semangat sesama UMKM lokal ini menjadi pemain di rumah sendiri.

Pengurus PP UMKM Provinsi NTB umumnya adalah UMKM dari berbagai latar belakang produk yang dihasilkan. Kuliner, fashion, kriya. Pasca terbentuk, rencananya kepengurusan akan dikembangkan hingga tingkat kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan. PP UMKM Provinsi NTB terbentuk atas dasar makin massifnya serbuan produk – produk lokal. Makanan (cemilan), minuman, pakaian, bahkan hingga gantungan kunci. Wadah ini adalah adalah “perlawanan” agar UMKM lokal tak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Iklan

Dalam diskusi dengan media, Senin, 7 Juli 2020, Ketua Umum PP UMKM NTB, Haris bersama L. Darmawan  dan jajaran pengurus lainnya, menyebut, hal penting yang pertama kali akan dilakukan adalah melakukan pendataan kepada seluruh UMKM di Provinsi NTB untuk mendapatkan gambaran secara pasti jumlah UMKM di NTB. Validasi data akan lebih memudahkan mendapat gambaran keadaan lapangan dan kebutuhannya.

Selama ini data yang dimiliki oleh dinas/OPD tidak valid. Dan tumpang tindih. Akibatnya, program-proagram pembinaan yang dilakukan kepada UMKM tidak berkembang secara massif. OPD dan instansi vertical lainnya memiliki program pendampingan dan pelatihan kepada UMKM. Namun wajah-wajah UMKM yang dibina dari waktu ke waktu sama. “Kita lihat pelatihan ditempat ini, UMKM yang ini, lalu ditempat lain, sama UMKM yang ini juga. Padahal, masih banyak UMKM lain yang antre menunggu pembinaan pemerintah,” kata L. Darmawan.

PP UMKM ini rencananya akan memfasilitasi seluruh UMKM mendapatkan perhatian yang sama. Pembinaan yang berjenjang. Sehingga terjadi pertumbuhan UMKM secara terus menerus. hasil yang diharapkan, profesionalisme UMKM menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing. Di level nasional, maupun internasional. Setidaknya, produk yang dihasilkan akan menjadi tuan di rumahnya sendiri.

Persoalan lain yang dilihat adalah kegamangan pemerintah melakukan pembinaan kepada UMKM. Jenis –jenis pelatihan, hingga bantuan yang diberikan kepada UMKM kerap kali tidak sesuai dengan kebutuhan ril UMKM. Akibatnya, program-program pelatihan mentok sebatas menggugurkan program tanpa tolak ukur yang jelas hasil yang diharapkan. PP UMKM ini akan menjadi bagian dari yang menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan lapangan.

“Kita bersinergi dengan pemerintah dan instansi vertikal lainnya. Agar programnya tepat sasaran dan hasilnya tercapai,” ujar Haris. Targetnya, gerai-gerai modern akan berisi produk-produk lokal. Demikian juga hotel dan restoran, kebutuhannya semaksimal mungkin dipenuhi dari lokal. Apalagi tahun 2021 mendatang NTB sudah menjadi tuan rumah MotoGP, UMKM juga menurutnya berharap produk lokal bisa menjadi raja. UMKM tengah mempersiapkan diri. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here