UMKM Kritis, Belanja Pemerintah Harus Segera Direalisasikan

Anas Amrullah. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Daya tahan pelaku – pelaku usaha mikro, kecil dan menengah sudah kritis karena setahun pandemi Covid-19. Tidak ada harapan lain, selain spending government (belanja pemerintah) segera direalisasikan agar ekonomi dapat bergerak. Pandemi Covid-19 beda ceritanya dengan krisis-krisis sebelumnya yang hanya berdampak pada usaha-usaha besar. Covid memukul rata perekonomian, UMKM dirasa juga sangat terdampak. Karena daya beli masyarakat yang hilang.

Pegiat UMKM, sekaligus Wakil Ketua Bidang UMKM Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi NTB, Ir. Anas Amrullah mengatakan, para pelaku UMKM masih semangat, tapi daya tahannya yang sudah hampir habis. Apalagi hasil pengamatan di dua Bulan terakhir awal tahun 2021 ini. “Sehingga memang harapan kita, adalah  spending government, itu yang bisa menggerakkan lagi ekonomi,” katanya.

Iklan

Anggaran pemerintah diharapkan secepatnya turun. Memasuki bulan terakhir triwulan I tahun 2021. Hanya dengan anggaran pemerintah, UMKM kembali bisa bergerak. UMKM kata Anas Amrullah adalah segment usaha yang digeluti oleh banyak orang. Jika ini bergerak, daya ungkitnya besar terhadap perekonomian. UMKM juga menurut Anas Amrullah sangat mengharapkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dapat dilanjutkan. Tetapi harus dengan pola yang berbeda dari sebelumnya. Jika memungkinkan, tidak lagi proses pengadaan / penyerapan barang-barang hasil produksi UMKM dilakukan melalui pihak ketiga (penyedia).

Akibatnya mata rantainya panjang, dan ada sebagian anggaran yang hilang untuk keuntungan marjin pihak ketiga. “Proses permintaannya langsung saja ke UMKM. Tidak melalui pihak penyedia, ada marjin di sana,” imbuhnya. Anas Amrullah menambahkan, pemerintah harus fokus kepada kesehatan, sandang, dan pangan. Program sepeda listrik menurutnya bisa ditunda. Karena melihat perbandingan dampak jangka pendek program.

Selain itu, perhatian pemerintah juga harus diarahkan pada UMKM go digital. Karena keadaannya berbeda dengan krisis ekonomi sebelum-sebelumnya, interaksi antar orang dengan orang secara langsung masih menjadi kekhawatiran. Vaksinasi dianggap tidak menyelesaikan masalah begitu saja. Karena orang masih takut berinteraksi langsung. Akibatnya, uang tidak bergerak, dan ekonomi bergerak. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional