UMKM Berharap Kerjasama NTB – Jabar Menguatkan Persiapan NTB Jadi Tuan Rumah MotoGP

Lalu Darmawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berharap kerjasama yang terjalin antara Pemprov NTB dengan Jawa Barat dapat menguatkan persiapan  para pelaku usaha lokal menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjalin hubungan yang harmonis, berkolaborasi mensukseskan Indonesia sebagai rumah MotoGP. Bahkan sudah menandatangani kerjasama secara resmi. Penandatanganan kerjasama salah satunya mempersiapkan UMKM memproduksi kebutuhan pengunjung MotoGP yang diprkirakan mencapai 160.000 kunjungan, dalam dan luar negeri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, H. Wirajaya Kusuma mengatakan, secara teknis akan menindaklanjuti kerjasama antara dua kepala daerah, NTB dan Jawa Barat. Untuk persiapan UMKM, secara detail akan disusun kerjasamanya OPD, khususnya Dinas Koperasi UMKM Provinsi NTB dengan Jawa Barat. “Kita akan kerucutkan kerjasamanya nanti dengan Jawa Timur untuk mempersiapan UMKM,” jelas H. Wirajaya.

Terpisah, pengurus asosiasi UMKM Provinsi NTB, Lalu Darmawan memberikan gambaran tentang persiapan UMKM lokal sebagai tuan rumah MotoGP. Menurutnya, jika dibandingkan dengan kualifikasi produk UMKM yang dihasilkan di Jawa Barat, NTB masih harus banyak belajar. Kerjasama antara Pemprov Jawa Barat dengan Pemprov NTB diharapkan terjadi transfer teknologi dan kompetensi untuk membuat produk-produk yang dibutuhkan oleh penonton MotoGP yang akan datang dari berbagai negara belahan dunia.

“Jangan sampai, kerjasama antara Jawa Barat dan NTB, hanya membawa produk Jawa Barat ke NTB. Harus ada alih teknologi dan kompetensi untuk membuat produk-produk UMKM yang kualitas dengan  standar tinggi yang dibutuhkan pengunjung,” ujarnya. Kesiapan UMKM NTB sebagai tuan rumah MotoGP masih gagap. Kebutuhan apa saja yang diminta saat perhelatan MotoGP nanti, juga masih meraba-raba. UMKM belum mengetahui persis apa saja kebutuhan makan, minum, merchandise dan standar yang dibutuhkan.

“Jangan sampai UMKM asal buat, tapi tidak ada yang membeli nantinya,” imbuhnya. Jika membandingkan kompetensi UMKM NTB dan UMKM Jawa Barat untuk menghasilkan produk, masih jauh tertinggal NTB. Hal ini karena Jawa Barat yang aksesnya sangat dekat dengan fasilitas pendidikan, pabrikan, dan tempat-tempat belajar. “Di Jawa Barat ada ITB (Institute Teknologi Bandung). Bila perlu, kerjasama kedua daerah ini libatkan ITB untuk mempersiapkan UMKM menjadi tuan rumah MotoGP,” demikian Lalu Darmawan. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here