UMK Diupayakan Naik

Hariadi.(Suara NTB/dok)

Pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Mataram palin cepat membuahkan hasil November mendatang. Kendati demikian, dengan tidak meningkatnya Upah Minimum Provinsi (UMP) NTB 2021, besaran UMK Mataram diprediksi tidak meningkat banyak.

“Setelah provinsi keluar UMP kita baru susun yang di kota, dan kita itu memang harus di atas UMP. Tapi mungkin tidak banyak (meningkatnya),” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi saat dikonfirmasi, Kamis, 29 Oktober 2020.

Iklan

Diterangkan, sampai saat ini Dewan Pengupahan baru membicarakan besaran UMK pada tahap awal. “Insya Allah paling tidak November kita sudah selersai itu penghitungannya,” jelasnya.

Menurut Hariadi, sampai saat ini belum ada ketentuan pasti tentang besaran UMK. Mengingat pada pembahasan awal hanya dilakukaan pemetaan dan pengenalan sistem penghitungan. “Sekarang belum ada ketentuan, tapi kita sudah ada pertemuan awal itu dengan akademisi Unram yang hadir, terus SPSI, Apindo, dan BPS,” ujar Hariadi.

Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan awal November mendatang, dengan agenda pembahasan sistem penghitungan upah. “Kita lihat di awal sepertinya diupayakan untuk naik. Karena sistem yang dipakai deri penghitungan inflasi dan (pertumbuhan) ekonomi,” jelasnya.

Menurutnya, penentuan tersebut akan menampung apresiadi dari Apindo sebagai perwakilan pelaku usaha dan SPSI sebagai perwakilan pekerja. Sebagai pendamping, pihaknya menghadirkan BPS untuk memberikan gambaran ekonomi masyarakat. “Kalaupun naikny tidak terlalu tinggi, minimal tetap. Tapi kalau untuk menurun jelas tidak mungkin,” tandas Hariadi. (bay)