Umi Eri – H. Ichtiar Tawarkan Keberlanjutan Pembangunan Dompu

Hj. Eri Ariyani H. Abubakar bersama suami Drs. H. Bambang M. Yasin.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – Kemunculan Hj. Eri Ariyani dalam bursa Pilkada Kabupaten Dompu tahun 2020 sempat diragukan sebagian pihak. Namun, istri Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin yang menggandeng H. Ichtiar, SH ini kini justru kian bersinar di bursa calon pemimpin Dompu lima tahun mendatang.

Kesuksesan Drs. H. Bambang M. Yasin memimpin Kabupaten Dompu sejak 2010 hingga saat ini, maupun kesuksesan H. Bambang memimpin perusahaan di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak lepas dari peran Hj. Eri Ariyani sebagai istri yang ikut merintisnya dari awal.

Iklan
Pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Dompu, Hj. Eri Ariyani H. Bambang – H. Ichtiar, SH.(Suara NTB/ist)

Pengalaman mendampingi H. Bambang M. Yasin memimpin Dompu dengan berbagai kesuksesan yang dicapai selama ini menjadi modal Hj. Eri Ariyani melanjutkan kepemimpinan suaminya.

Apalagi, H. Bambang M. Yasin yang akan mengakhiri masa jabatannya selama 2 periode pada Februari 2021 mendatang akan tetap mendampingi Hj. Eri Ariyani untuk kepemimpinan Dompu ke depan.

Tidak heran, pembangunan yang berkelanjutan menjadi fokus program Hj. Eri Ariyani H. Abubakar. Karena kepemimpinan Drs H. Bambang M. Yasin dengan program unggulan TERPIJAR (Tebu Rakyat, Sapi, Jagung, dan Rumput Laut) akan dituntaskan melalui program hilirisasi dan pemberian nilai tambah.

“Kalau tidak dilanjutkan kesuksesan pembangunan yang ada, hanya akan menghasilkan stagnasi pembangunan. Kabupaten Dompu sudah keluar dari daerah tertinggal. Kita tawarkan kelanjutan program untuk semakin memajukan Kabupaten Dompu kedepan,” kata Hj. Eri Ariyani beberapa waktu lalu.

Hilirisasi program TERPIJAR dipilih karena program ini sudah teruji mampu meningkatkan daya beli masyarakat dan menjadikan masyarakat Dompu dengan pendapatan perkapita tertinggi di NTB. Dari Rp9 juta per orang per tahun pada 2010 menjadi Rp30 juta per orang per tahun di tahun 2019.

Program ini juga berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 20 persen di tahun 2010 pada awal kepemimpinan Drs. H. Bambang M. Yasin menjadi 12,25 persen untuk kondisi tahun 2019. Padahal di tahun 2019, standar garis kemiskinan Kabupaten Dompu naik dari Rp284.188,- menjadi sebesar Rp328.740,-.

Kemiskinan di Kabupaten Dompu berada di bawah rata-rata kemiskinan Provinsi NTB yang masih sebesar 14,56 persen. Kemiskinan di Kabupaten Dompu menjadi terkecil ketiga di NTB setelah Kota Bima, dan Kota Mataram.

Korelasi program TERPIJAR dengan naiknya daya beli dan turunnya angka kemiskinan karena pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dompu masih dipengaruhi oleh sektor pertanian, perikanan, dan kehutanannya hingga 40 persen.

Sektor pertanian yang paling tinggi pengaruhnya ditopang oleh sektor tanaman pangan, mencapai 50 persen pengaruhnya. Begitu juga dengan sektor perdagangan, pergudangan dan transportasi, serta telekomunikasi tumbuh kembang karena didorong oleh sektor pertanian. Uang banyak beredar di masyarakar, sehingga mendorong sektor-sektor lainnya.

Naiknya daya beli dan turunnya angka kemiskinan ini juga berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan. Kemampuan ekonomi masyarakat membuatnya tidak ragu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih berobat dimanapun.

Hj. Eri Ariyani akan menanggung biaya kesehatan dan pendidikan bagi anak tidak mampu. Program ini sudah dilakukan pada pemerintahan H. Bambang M. Yasin melalui pembayaran iuran BPJS Kesehatan, dan kedepan akan dipastikan tepat sasaran.

Hilirisasi program TERPIJAR juga akan didukung dengan pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo. Pelabuhan yang mampu menampung kapal bertonase besar memungkinkan Kabupaten Dompu untuk mengembangkan hilirisasi program TERPIJAR. Apalagi posisi pelabuhan Nusantara Kilo berada di jalur transportasi laut nasional. Sehingga tidak hanya akan menunjang program hilirisasi, tapi akan menjadi pintu masuk barang dan jasa ke Kabupaten Dompu.

H. Ichtiar, SH menjadi calon Wakil Bupati berpasangan Hj. Eri Ariyani H Abubakar akan melengkapi pasangan ini. Ia merupakan pensiunan ASN. Selama di ASN, ia memiliki pengalaman panjang memimpin Dinas Dikpora, dan Dinas Perhubungan. Pernah juga menjadi Sekretaris Inspektorat, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, menjadi Camat Woja.

Saat menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu, H. Ichtiar mulai merintis penelitian untuk rencana pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo. Pengalaman keduanya ini akan semakin memajukan Kabupaten Dompu kedepan.

Pilihan menuntaskan hilirisasi program TERPIJAR akan sangat relevan dengan kondisi di tengah Pandemi Covid 19. Karena kondisi alam di Kabupaten Dompu dan dominasi warga bergantung di sektor pertanian. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here