Ulama Makin Solid, Umat Bersatu, NTB Damai

Kapolda NTB, Mohammad Iqbal, Gubernur NTB, H.Zulkieflimansyah dan undangan lainnya, khusyuk berdoa dalam silaturahmi dan doa bersama bertema Umat Bersatu NTB Damai bersama para tokoh agama NTB, Rabu, 6 Januari 2021.(Suara NTB/Humas Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal menginisiasi silaturahmi dan doa bersama untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di tahun 2021. Sejumlah tokoh agama hadir menunjukkan kesolidannya memimpin umat untuk bersatu mewujudkan kedamaian, persatuan, dan kesatuan di NTB.

“Para ulama dan tokoh masyarakat menjadi kunci utama dalam penyelesaian setiap permasalahan yg ada,” ujar Iqbal, Rabu, 6 Januari 2021 saat membuka silaturahmi yang digelar dengan protokol kesehatan di Mapolda NTB tersebut.

Turut hadir antara lain Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda, Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.

Dari kalangan tokoh agama diantaranya Anggota Dewan Mustasyar PBNU TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badruddin, Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’arif Makmun Diranse, Rois Aam Dewan Mustasyar PBNW TGH Yusuf Makmun, Ketua MUI NTB Prof. H .Syaiful Muslim, Ketua PWNU NTB Prof. Dr. TGH. Masnun Tahir.

Menurut Kapolda, tuan guru merupakan teladan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Nasehat tuan guru merupakan sumber pencerahan dan semangat. Silaturahmi dan doa bersama ini juga merupakan upayanya mengikuti nasehat tuan guru.

“Walaupun ada dinamika di tengah masyarakat, bila kita semua sering bersilatuhrahmi, Insya Allah semua ada jalan keluarnya,” terang jenderal bintang dua mantan Kadivhumas Polri ini.

Iqbal berharap, kehadiran tokoh agama yang duduk bersama bersilaturahmi dan berdoa bersama dapat memudahkan uapaya pemeliharaan keamanan. “Semua permasalahan akan segera mendapat titik temu dan solusi,” harapnya.

Sementara Dr. Zul mengenang awal kepemimpinannya yang langsung dihadapkan dengan penanganan gempa bumi Lombok tahun 2018. Kondisi ekonomi bahkan sampai terkontraksi 13,39 persen. “Yang terbayang adalah kemiskinan, pengangguran tidak bisa dibendung,” kata gubernur. Tahun yang berat itu, sambung dia, dapat dilalui berkat doa para tuan guru.

TGH Ma’rif Makmun menyampaikan, persoalan kemasyarakat maupun kebijakan sosial politik dijawab dengan solusi dalam bingkai kedamaian. “Soal nama bandara, jangan sampai membenturkan pemuka-pemuka atau pimpinan NU dan NW,” ujarnya.

Ma’rif mengungkapkan tentang kentalnya hubungan emosional dan silsilah keguruan. Polemik pergantian nama bandara menurutnya tidak bisa dikaitkan dengan perseteruan antarormas. “Mari kita serahkan kepada pemerintah dan yang berwenang.

TGH Yusuf Makmun menjelaskan, masalah merupakan bagian dari kehidupan. Namun, permasalahan tidak boleh dijadikan alasan untuk terpecah-belah. Apalagi sampai menimbulkan konflik berkepanjangan.

“Semoga perbedaan jangan menjadikan suatu masalah. Mari jadikan perbedaan menjadi sebuah kebersamaan. Soal nama bandara, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” tandasnya. (why)