UKM Panen Omzet

Sejumlah penonton berbelanja di warung tenda di kawasan sirkuit Mandalika, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah,NTB, Minggu, 21 November 2021.(ant/bali post)

Praya (Suara NTB) – Para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) panen omzet saat penyelenggaraan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika. UKM bahkan tak pernah membayangkan akan meraup omzet berlipat-lipat.

Mereka yang sangat beruntung karena WSBK adalah UKM yang menyediakan kuliner. WSBK di Sirkuit Mandalika menjadi daya tarik bagi pecinta balap motor tanah air. Terlebih, Sirkuit Mandalika menjadi tuan rumah event akbar internasional ini untuk pertama kalinya.

Iklan

Penonton datang dari berbagai penjuru di Indonesia. tidak sedikit juga pejabat-pejabat negara yang datang untuk menyaksikan langsung sensasi balap jet darat ini. salah satu pemilik toko oleh-oleh yang tidak bisa disebutkan namanya mengungkap, bahkan kewalahan menerima pesanan oleh-oleh untuk memenuhi permintaan pejabat-pejabat negara.

“Ajudan-ajudan pejabat negara dan instansi ini yang banyak sekali datang nyari oleh-oleh,” kata sumber ini.

Oleh-oleh dimaksud seputar produk fashion, mutiara, kerajinan dan hasil komoditas lainnya seperti madu. Pusat oleh-oleh yang ada di Mataram juga mendapatkan berkahnya WSBK. Sebagai hukum pasar, tingginya permintaan ini dibarengi dengan kenaikan harga-harga. “Harga naik, karena permintaannya tinggi,” demikian sumber ini.

Leny Marlina, pemilik UD. Dapur Nadin juga mengaku mendapatkan omzet jumbo karena WSBK. Leny mengisi tiga gerai UKM yang disiapkan panitia di Sirkuit Mandalika. Saat WSBK, menurutnya pengunjung sangat banyak masuk ke gerainya untuk memenuhi kebutuhan pokok makan minum.

Leny sendiri mengisi gerai husus untuk berjualan nasi siap saji. Tidak saja pengunjung domestik, beberapa pengunjung dari luar negeri juga masuk ke lapaknya.

“Penonton dari China juga masuk, makan. Bahkan berturut-turut makan di tempat saya. Tapi memang tidak semua UKM ramai pengunjung,” terangnya.

Leny tidak menyebut secara rinci omzetnya. Tetapi yang dia dapatkan, melampaui ekspektasinya. Lantas soal harga? Ia juga mengungkapkan, menaikkan harga makanan siap sajinya. Biasanya ia jual Rp20.000-Rp25.000, dinaikkan menjadi Rp35.000. demikian juga air kemasan tanggung, yang biasanya dijual Rp3.000/botol, naik menjadi Rp10.000/botol. “Semoga bisa mendapatkan gerai saat MotoGP nanti. Karena event dunia, dan lebih besar. Hasilnya juga pasti akan jauh lebih besar,” demikian Leny. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional