UKM di Mataram Terima Bantuan Permesinan

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, meninjau beberapa mesin yang akan disalurkan kepada 70 IKM/UKM di Mataram, Rabu, 14 Oktober 2020.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mendorong peningkatan daya saing dan kapasitas pelaku usaha yang ada. Salah satunya dengan meyalurkan bantuan permesinan pada 70 industri kecil menengah dan usaha kecil menengah (IKM/UKM) di Kota Mataram.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Mataram, I Gusti Ayu Yuliani, menerangkan bantuan mesin yang disalurkan antara lain 30 oven bagi pelaku usaha kue kering, 20 mesin spinner untuk pelaku usaha abon, 15 mesin pemecah kedelai untuk pelaku usaha susu kedelai, dan 5 mesin las bagi pelaku usaha pengolahan besi dan logam.

Iklan

“Ini kemarin adalah IKM/UKM yang ikut serta dalam penyediaan JPS. Saat mengikuti kegiatan JPS, ternyata ada beberapa kekurangan. Seperti pengolahan abon ternyata hasil produksinya tidak maksimal karena alat yang digunakan masih manual, hanya diperas biasa. Sekarang kita berikan mesin spinner itu,” ujar Yuli saat dikonfirmasi, Selasa, 14 Oktober 2020.

Diterangkan, pengadaan mesin tersebut memanfaatkan anggaran dari Pemkot Mataram sebesar Rp301.250.000. “Sebelumnya kita mengajukan Rp400 juta, tapi yang disetujui segitu,” ujarnya. Dengan bantuan permesinan yang disalurkan, pihaknya berharap hasil produksi IKM/UKM Kota Mataram dapat bersaing di tingkat provinsi bahkan luar daerah.

Menurutnya, tanpa bantuan permesinan industri olahan di Kota Mataram memang akan mengalami stagnansi. Terlebih dari kualitas yang bisa tertinggal jauh dengan daerah lain jika tidak memanfaatkan teknologi.

“Tidak akan maksimal tanpa bantuan permesinan. Dengan sendirinya produk itu masa kedaluwarsanya cepat, seperti abon itu. Karena minyaknya masih banyak mengendap,” ujar Yuli.

Jumlah IKM/UKM yang menerima bantuan diakuinya masih terbilang sedikit. Untuk penyaluran bagi pelaku usaha yang belum terakomodir disebutnya akan melihat penyediaan anggaran dari daerah terlebih dahulu.

“Kita berharap untuk yang belum dapat kedepannya, tahun depan, ada lagi dari Pemkot. Yang sekarang ini memang kita ajukan Rp400 juta, tapi yang disetujui Rp300 juta sekian. Kita menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan,” jelasnya.

Wali Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, yang menyerahkan langsung bantuan permesinan kepada 70 IKM/UKM Kota Mataram menerangkan tujuan dari program tersebut adalah mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.

“Di antaranya juga untuk menunjang paket jaring pengaman sosial (JPS) yang kita berikan kepada warga masyarakat yang terdampak Covid-19. Kita meminta paket JPS itu harus melibatkan IKM/UKM di Kota Mataram ini,” ujar Wali Kota, Rabu, 14 Oktober 2020.

Diterangkan, sampai saat ini penyaluran JPS telah dilakukan selama lima bulan berturut-turut. “Nanti kita bicarakan apa ini masih berlanjut atau tidak, apakah uangnya masih ada atau tidak. Karena memang belum bisa dipastikan kapan berakhirnya covid ini,” jelasnya.

Sambil menunggu proses tersebut, pihaknya berharap IKM/UKM di Kota Mataram terus meningkatkan kapasitas. Terutama untuk mengambil bagian dalam program-program yang disiapkan pemerintah. Mengingat dalam situasi pandemi saat ini sektor usaha yang masih bisa bertahan adalah usaha makro dan mikro.

“Saya sudah meminta apa yang bisa dibantu sebagai bentuk perhatian kita terhadap UKM kita. Harapan saya supaya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan semoga IKM/UKM kita terus bangkit dan meningkat lagi. Usahanya akan terus berkembang,” tandas Ahyar. (bay)