UKG Non-ASN Diapresiasi, Pemberian SK Gubernur Diharapkan Lebih Cepat

0
Yusuf (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Rencana Uji Kompetensi Guru (UKG) non-Aparatur Sipil Negara (ASN) jenjang SMA, SMK, dan SLB di tahun 2021 yang akan dilaksanakan pada akhir bulan November 2021 ini diapresiasi oleh PGRI NTB. Diharapkan proses untuk mendapatkan SK Gubernur bagi guru yang lulus UKG tidak membutuhkan waktu yang panjang.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB, Yusuf pada Kamis, 4 November 2021 mengatakan, ia setuju dengan adanya UKG non-ASN itu untuk menanggulangi kekurangan guru SMA, SMK, dan SLB di NTB. UKG tersebut sebagai persyaratan untuk mendapatkan SK Gubernur.

IKLAN

“Ini dilakukan sambil menunggu mereka (guru honorer/non-ASN) masuk kuota tes ASN-PPPK,” ujar Yusuf.

Selain itu, Yusuf menyarankan, ketika guru non-ASN yang mengikuti UKG dinyatakan lulus dan memenuhi syarat, maka sebaiknya mereka segera diusulkan untuk mendapat SK Gubernur. “Jangan terlalu lama proses mendapatkan SK,” sarannya.

Yusuf juga menyampaikan, penempatan guru yang sudah mendapatkan SK Gubernur mempertimbangkan jumlah kebutuhan dan asal guru. “Jangan ditempatkan terlalu jauh dari tempat tugasnya untuk efektivitas waktu mereka bekerja,” pungkasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan dan Tugas Pembantuan Dinas Dikbud NTB, Jaka Wahyana, S.Pd., dihubungi Rabu, 3 November 2021 mengatakan, pihaknya merencanakan UKG non-ASN akan dilaksanakan pada akhir bulan November 2021 ini. “Kami rencanakan akhir November 2021. Semoga tidak ada kendala,” ungkapnya.

Terkait proses pendaftaran, Jaka menjelaskan, pendaftaran guru non-ASN yang akan ikut UKG non-ASN dilakukan oleh pihak sekolah tempat mengabdi masing-masing guru non-ASN tersebut. Selanjutnya guru yang sudah terdaftar itu diusulkan oleh Kantor Cabang Dinas Dikbud NTB di setiap kabupaten/kota kepada Dinas Dikbud NTB.

UKG Non-ASN tahun 2020 telah dilaksanakan sebelumnya. Sebanyak 1.918 guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 3.899 guru non-ASN yang menjadi peserta Uji Kompetensi Guru (UKG) Non-ASN tahun 2020 dinyatakan memperoleh nilai di atas 65. Dengan demikian mereka memenuhi syarat mendapatkan SK penugasan dari Gubernur. Nilai yang diumumkan itu sudah merupakan nilai tes ditambah bobot masa pengabdian. Nantinya guru non-ASN yang belum memenuhi syarat atau belum mendapatkan nilai di atas 65 bisa mengikuti UKG non-ASN di tahun selanjutnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Dikbud NTB, total guru non-ASN yang telah memperoleh SK gubernur setelah lulus UKG non-ASN tahun 2019 dan 2020 sebanyak 4.476 orang dari seluruh NTB. SK Gubernur ini juga sebagai salah satu syarat untuk guru non-ASN bisa memperoleh sertifikasi. Salah satu fungsi SK gubernur itu agar guru non-ASN bisa masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). (ron)