UKG Honorer Masih Tunggu Jadwal Pusat

Mataram (Suara NTB) – Jadwal Uji Kompetensi Guru (UKG) Honorer masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat. Jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya batal karena adanya sejumlah agenda dari pemerintah pusat, seperti UKG untuk Guru PNS. Ditargetkan UKG honorer bisa dilaksanakan bulan Mei ini.

“Jadwal UKG honorer tergantung pusat. Jadi kemarin ini jadwal yang kita ajukan sudah lewat, karena agenda pusat melaksanakan itu (UKG) untuk guru PNS,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui di kantornya akhir pekan kemarin.

Iklan

Suruji menekankan, pihaknya masih menunggu jadwal dari pemerintah pusat. Karena pelaksanaan UKG honorer dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang sudah ditentukan pemerintah pusat. “Targetnya kalau bulan Mei ini Insya Allah sudah selesai. Tapi tanggalnya belum tahu,” ujarnya.

Verifikasi administrasi Uji Kompetensi Guru (UKG) honorer SMA, SMK, dan SLB Negeri sebagai guru kontrak daerah telah usai. Sebanyak 5.994 guru honorer dari sekitar 6.300 orang dinyatakan layak secara administrasi untuk bisa mengikuti UKG. Nantinya lama mengabdi guru honorer itu menjadi salah satu bobot penilaian.

Sebelumnya Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., mengatakan akan ada kriteria dari pusat untuk standar lulus UKG. Meski demikian, pihaknya juga akan memberi bobot bagi guru honorer yang lama mengabdi.

“Kita mensyaratkan minimal mengabdi dua semester. Bagi yang satu tahun mengabdi beda bobotnya, apalagi 10 tahun juga beda bobot penilaiannya. Semakin lama mengabdi, bobot yang diberikan semakin tingi,” katanya.

Pengumuman hasil verifikasi administrasi dilaksanakan 24 April lalu. Saat ini tengah dijadwalkan pelaksanaan UKG. Dipastikan mundur dari jadwal awal karena adanya agenda Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di NTB.

“Tahap selanjutnya melatih operator Tempat Uji Kompetensi (TUK) di 35 sekolah se-NTB melibatkan SMA, SMK, dan SMP,” ujar Aidy.

Ia mengatakan, jadwal UKG pada 30 April sampai dengan 9 Mei akan dijadwalkan ulang, karena ada rangkaian Hardiknas. Selain itu pada tanggal 2 sampai dengan 12 mei ada kegiatan uji tulis nasional guru bagi yang belum sertifikasi.

“Kemungkinan pemerintah pusat akan memberikan jadwal di atas tanggal 12 Mei untuk kita laksanakan UKG. Mudahan sebelum berakhir bulan mei sudah dapat hasilnya, jadwal mengalami penyesuaian sesuai dengan kesibukan di kementerian untuk UKG,” ujarnya.

Seleksi yang dilakukan sebelumnya berkaitan dengan verifikasi administrasi, seperti SK mengajar, mengetahui lama mengabdi, ijazah sertifikat pendidikan, dan dokumen lainnya  sebagai syarat menjadi guru.

Saat ini kondisi guru PNS yang dibutuhkan untuk mengajar di SMA, SMK, dan SLB Negeri sampai tahun 2018 sebanyak 7.571 orang sedangkan yang tersedia saat ini sebanyak 4.839 orag sehingga kekurangan 2.764 orang. Sementara guru Non PNS yang saat ini berada atau bertugas di sekolah sebanyak 6.725 orang yang diangkat melalui SK Bupati/Wali Kota dan SK Kepala Sekolah, dengan rincian guru SMA Negeri yang diangkat dengan SK Bupati/Wali Kota sebanyak 563 orang dan diangkat dengan SK Kepala Sekolah sebanyak 3.487 orang.

Sedangkan untuk SMK Negeri guru yang diangkat dengan SK Bupati/Wali Kota sebanyak 196 orang dan diangkat dengan SK Kepala Sekolah sebanyak 2.389 orang, serta guru SLB hanya diangkat dengan SK Kepala Sekolah sebanyak 110 orang. (ron)