Ujian SMA Harus Direkomendasikan Satgas Covid-19

Lalu Muhammad Hidlir. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Ujian sekolah jenjang SMA akan dimulai pada pertengahan bulan Maret 2021, tepatnya dalam jangka waktu mulai 15 Maret sampai dengan 3 April 2021. Sekolah melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, tetapi jika tidak mendapatkan izin dari satgas Covid-19 di kabupaten/kota maka ujian sekolah dilaksanakan secara daring.

Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. Lalu Muhammad Hidlir saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pembahasan untuk finalisasi draf petunjuk teknis ujian sekolah pada Kamis, 25 Februari 2021. Saat ini menunggu disetujui dan ditandatangani Kepala Dinas Dikbud NTB.

Iklan

Menurutnya, ada beberapa poin penting mengenai ujian sekolah, di antaranya ujian sekolah juga bisa dilaksanakan secara tatap muka terbatas atau daring. Hidlir menjelaskan, pelaksanaan ujian sekolah akan dilaksanakan secara tatap muka bagi siswa kelas XII, tetapi jika sekolah berada di daerah atau kecamatan zona merah, pihak sekolah harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di kabupaten/kota. Jika tidak diizinkan menggelar ujian sekolah secara tatap muka, maka sekolah bisa melaksanakan ujian sekolah secara daring. “Harus ada rekomendasi dari Satgas,” ujar Hidlir.

Di samping itu, mengenai waktu pelaksanaan ujian sekolah yang akan dilaksanakan pada 15 Maret 2021 sampai dengan 3 April 2021. “Rentang waktu itu cukup panjang, sekolah bisa memilih waktu pelaksanaan ujian sekolah sesuai kondisi sekolah,” ujarnya.

Hidlir juga menekankan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Mendikbud nomor 1 tahun 2021 peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan, serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Bahwa penilaian ujian sekolah tahun ini dengan mengikuti empat bentuk atau model, yaitu Portofolio yang merupakan akumulasi dari nilai rapor siswa sejak semester 1 hingga semester 5 dan juga semester 6. Selain itu, penugasan, yang bentuknya diserahkan kepada sekolah dan bisa berbentuk proyek atau sejenisnya.

Kemudian, tes daring atau luring. Serta, bentuk lainnya yang memungkinkan. “Empat poin itu harus ada nilainya. Digabung jadi satu maka lahirlah ujian sekolah,” jelasnya. (ron)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional