Ujian Sekolah Jenjang SLB Diarahkan Sesuai Kekhususan Siswa

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari (tiga dari kiri) saat memantau persiapan ujian sekolah di SLBN 2 Lombok Barat, Rabu, 24 Februari 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) NTB mengarahkan agar persiapan ujian sekolah masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhan dan jenjang pendidikan siswa. Ujian sekolah bagi SLB akan dilaksanakan dalam bentuk praktik dan tertulis.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus-Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., pada Rabu, 24 Februari 2021 menyampaikan, pihaknya mengharapkan persiapan ujian sekolah sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga siswa mudah melaksanakan ujian sesuai ketuaan yang disandang mereka.

Iklan

“Penyusunan soal di setiap satuan pendidikan dilaksanakan dalam seminggu terakhir ini sebagai persiapan ujian sekolah tahun ajaran 2020-2021,” ujar Eva.

Ia menjelaskan, ujian sekolah SLB akan berbentuk praktik dan tertulis. Mata pelajaran yang memiliki ujian praktik yaitu Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, IPA, Seni Budaya, dan program kekhususan disesuaikan dengan kebutuhan khusus anak berkebutuhan khusus, antara lain orientasi mobilitas, bina komunikasi bunyi dan irama, bina diri, bina gerak, bina komunikasi interaksi sosial dan perilaku.

Sebelumnya Eva menjelaskan, bahwa penyusunan soal ujian sekolah SLB dilaksanakan oleh MGPLB yang dikoordinasi oleh forum MKKS SLB. “Nantinya soal ujian sekolah bagi siswa kelas akhir di SLB akan berupa satu soal yang sama untuk seluruh SLB,” ujarnya.

Seperti diketahui, ketentuan ujian sekolah diatur dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud nomor 1 tahun 2021 tentang peniadaan ujian nasional dan ujian kesetaraan, serta pelaksanaan ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran Covid-19.

Berdasarkan surat edaran itu, ada tiga hal yang menjadi persyaratan kelulusan peserta didik dari satuan/program pendidikan. Pertama, peserta didik menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, peserta didik memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Ketiga, mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan atau ujian sekolah sebagai penentu kelulusan peserta didik bisa dilaksanakan dalam bentuk portofolio, penugasan, tes luring atau daring, dan/atau bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, misalnya penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya. (ron)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional