Uji Sampel DNA Porang KLU Masih Berlangsung

Porang KLU dalam proses uji DNA di Kementerian Pertanian.(Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Usai didaftarkan di Kementerian Pertanian, DNA Porang KLU memasuki tahap pengujian. Kementerian melakukan uji DNA pada kulit bulbil, dan DNA pada sampel daun yang baru tumbuh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) KLU, Tresnahadi, S.Pt., Kamis, 23 September 2021 mengatakan, progres DNA Porang KLU cukup positif. Pihaknya bahkan berharap hasil uji sampel menghasilkan DNA yang berbeda dengan Sertifikat Porang Madiun 1. “Saya berharap hasil uji DNA yang akan datang hasilnya menunjukkan hasil DNA berbeda dengan varietas porang lainnya. Sehingga varietas porang KLU memiliki kekhasan tersendiri dan dapat di tetapkan sebagai varietas porang yang baru,” ujar Tresnahadi.

Iklan

Informasi yang disampaikan Kementerian Pertanian perihal uji DNA, disebutkan bahwa proses uji Porang Lombok sampai dengan Minggu ke-3 September cukup baik. Kementerian telah melakukan uji DNA pada kulit bulbil porang dari Lombok – NTB dengan menggunakan 4 primer, kendati pita DNA-nya belum muncul.

“Selanjutnya, pada akhir September 2021 akan diuji lagi dengan menggunakan sampel daun yang baru tumbuh dibandingkan dengan Porang Varietas Madiun 1 sampai diperoleh primer yang dapat menunjukkan pita DNA sama atau berbeda,” sambungnya.

Sembari menunggu proses uji DNA, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU tetap memberi pendampingan kepada kelompok tani. Dinas bekerjasama dengan BPTP NTB, Fakultas Pertanian Unram, dan PT. Astra Internasional selaku penggagas Desa Sejahtera Astra.

Tresnahadi menyebut, pada tahun ini Pemerintah daerah belum dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan bibit Porang kepada petani. Kendala utamanya, karena keterbatasan anggaran. Di mana pada APBD-P 2021, terdapat defisit 11,77 miliar yang masih harus ditutupi oleh TAPD.

“Mudah-mudahan tahun depan kami bisa membantu kebutuhan bibit untuk petani porang KLU. Terkait pembinaan kami tentu secara rutin melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok tani porang, baik secara langsung maupun melalui grup WA (What’s App),” sambungnya.

Ia optimis, Porang akan menjadi komoditas dengan daya tarik ekonomi luar biasa di masa depan. Selain harganya yang menjanjikan, pasarnya juga tersedia sampai ke luar negeri.

Belakangan sambung Tresnahadi, animo masyarakat untuk terlibat membentuk kelompok petani Porang cukup tinggi. Hal ini tidak lepas dari peran guru besar, Prof. Ir. H. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D., dan PT. Astra Internasional yang memberi akses awal kepada petani.

“Saya melihat animo masyarakat untuk membentuk kelompok porang semakin tinggi, dibuktikan dengan tumbuhnya kelompok baru yang tersebar di semua kecamatan. Masyarakat melihat bahwa potensi porang sangat baik, pemasarannya tidak mengalami kendala berarti, harga porang bagus apalagi diolah dalam bentuk chips, harganya saat ini Rp36.000/kg,” pungkasnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional