Uji Coba Wisata Helikopter ke Rinjani Desember 2020

Mataram (Suara NTB) – Heli Tourism, konsep berwisata menggunakan transportasi helikopter ke Danau Segara Anak, Gunung Rinjani Lombok akan dilakukan uji coba Desember 2020 mendatang. PT. Airbus Helicopters Indonesia selaku investor, sedang melakukan uji kelayakan sekaligus mendengar respons publik.

“Target launching uji coba antara September atau Desember 2020. Butuh waktu selama kurang lebih antara satu sampai dua tahun untuk ujicoba ini,” kata Sales Manager Corporate PT. Airbus Helicopters Indonesia, Sussy Kusumawardhani saat presentasi di kantor Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Selasa, 18 Februari 2020.

Iklan

Tujuan uji coba yang butuh waktu kajian dan pelaksanaan panjang, menurutnya penting untuk bersama sama menyusun operasional. Hasil ujicoba akan ditinjau secara berkala, sehingga pada akhirnya akan disusun SOP yang final untuk heli tourism ke Gunung Rinjani.

Sussy memaparkan skema pelibatan sederet pihak dalam uji coba nanti, seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan hingga Balai TNGR.

Ia memberi pemahaman bahwa perusahaannya bukan penyedia helikopter. Airbus hanya menawarkan konsep Heli Tourism, namun pada saatnya akan melibatkan Smart Cakrawala Aviation sebagai pemilik dan operator Helikopter.

Sementara, Consina melalui perusahaannya PT. Rinjani Glamping Indonesia dilibatkan sebagai tour operator. Dilibatkan juga masyarakat dan pengusaha pariwisata lokal. “Nah nanti di sini akan kita lihat, apakah memenuhi syarat. Kalau iya, lanjut. Kalau tidak, ya setop sampai di sini,” ujarnya.

Sussy juga menjelaskan Helikopter yang disiapkan operator, adalah jenis Eurocopter EC130, sebuah helikopter ringan mesin tunggal dikembangkan dari Ecureuil AS350 Ecureuil airframe. Kapasitas tujuh orang termasuk pilot, dapat terbang rendah dan suara derunya tidak sebising heli jenis lain.

Sementara opsi keberangkatan penerbangan ada tiga titik, di eks Bandara Selaparang. Dinilai representatif karena masih aktif untuk penerbangan non airline, masih memiliki fasilitas penunjang seperti bahan bakar dan petugas. “Dari sini, hanya 16 menit ke Rinjani,” sebutnya.

Opsi kedua, membuat base helipad di Sembalun, Kaki Gunung Rinjani, dengan jarak tempuh hanya 12 menit. Opsi ketiga, helipad di Gili, dengan waktu tempuh 16 menit.

Sementara soal waktu, disimulasi untuk 1 helikopter dengan 5 pax setiap penerbangan. Untuk opsi flyover tanpa pendaratan dan dengan pendaratan terjadwal, setiap pagi antara Pukul 06.00 Wita – 10.00 Wita, sore Pukul 15.00 Wita sampai Pukul 17.30 Wita. Sedangkan untuk opsi pick up dari Rinjani ke base helipad pada Pukul 06.30, Pukul 08.30 dan Pukul 09.45. sedangkan opsi drop off dari base helipad ke Rinjani Pukul 06.00, Pukul 08.00 dan Pukul 09.30.

“Jenis kegiatan penerbangan dan paket tergantung dengan pilihan dari pengunjung,” jelasnya. (ars)