Uji Coba Sirkuit MotoGP Mandalika Juni 2021

Rombongan DPD RI saat meninjau perkembangan pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika, baru-baru ini. (Suara NTB/ITDC)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) telah memanggil Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola KEK Mandalika, 18 November lalu. Manajemen ITDC diwakili Operations Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya.

Kepala DPMPTSP NTB, Ir. Mohammad Rum, M.T., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 20 November 2020 mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut pihak ITDC menyebutkan realisasi investasi di KEK Mandalika dari ITDC sudah mencapai Rp5,4 triliun. Sedangkan terkait dengan MotoGP 2021, pihak ITDC mengatakan uji coba Sirkuit MotoGP Mandalika direncanakan Juni 2021.

Iklan

Rum mengatakan, dalam pertemuan tersebut Operations Head The Mandalika, I Made Pari Wijaya menjelaskan bahwa pengembangan  KEK Mandalika  di Pulau Lombok dilakukan dengan konsep  pengembangan pariwisata saling melengkapi dengan daerah Bali dan NTT.

Konsep ITDC adalah aktivitas sport dan infotaiment. Sehingga diharapkan denyut pariwisata akan tumbuh karena tidak hanya mengandalkan alam. Tingkat kebutuhan akan hunian kamar diperkirakan saat ini sudah tersedia sekitar 1.175 kamar dari total kebutuhan 16.705 kamar untuk rencana 20 tahun ke depan.

ITDC sendiri berinvestasi di kawasan Mandalika karena  konsep berupa kapling siap bangun dengan total rencana investasi sekitar Rp9,3 triliun sampai dengan 2025. Dan saat ini sudah terealisasi Rp5,4 triliun dari ITDC dalam bentuk penyertaan modal negara tahun  2015 dan 2020, Asian Infrastrukture Investment Bank, dan Indonesia Eximbank.

Ia menyebutkan, sebesar Rp900 miliar digunakan untuk pembangunan Sirkuit MotoGP Mandalika. ‘’Dan pada bulan Juni 2021 akan dilakukan uji coba. Event besar MotoGP ditentukan setelah bulan Maret 2021,’’ ucapnya.

Terkait permasalahan lahan, kata Rum, pihak ITDC menyebutkan ada 11 titik yang bermasalah. Di mana saat ini ada 2 titik sudah bisa diproses clean and clear dan titik 4 sudah diselesaikan Maret. Diharapkan Bulan NoVember 2020 ini target semua titik rampung terselesaikan.

Sebanyak 120 KK  sebelumnya berada di areal sirkuit dan yang masih tersisa sekitar 70 KK,  masih belum mau direlokasi.

Rum mengatakan dari pertemuan tersebut ada beberapa hal yang perlu menjadi atensi. Yaitu, perlunya kajian menyeluruh terkait penonton MotoGP. Karakteristik penonton, karena daerah ingin manfaat sebesar-besarnya dari investasi ini.

Kemudian pemasaran harus dibuat sebaik mungkin. ITDC bisa membuat Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara rutin diupdate online. Karena peran  ITDC juga sebagai investor dan ITDC sebagai koordinator investor-investor dalam kawasan, LKPM penting untuk mengukur nilai investasi melalui pelaporan.

‘’Memastikan OPD terkait dapat menyelesaikan persoalan hambatan misalnya PLN, air bersih dan terminal,’’ katanya.

Penyiapan tenaga kerja juga perlu jadi perhatian. Karena kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika sebanyak 21.000 orang. Sehingga peluang ini bisa dimanfaatkan oleh Dinas Tenaga Kerja,BLK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan termasuk UMKM dalam kerangka  pemanfaatan bahan lokal. (nas)