Ubah Sampah Plastik Jadi ‘’Vertical Garden’’

Mahasiswa KKN Tematik Unram di Lingkungan Gerintuk Kelurahan Renteng Kecamatan Praya pose bersama masyarakat yang dilatih pembuatan vertical garden yang berbahan sampah plastik. (Suara NTB/ist)

Lingkungan bersih dan sehat nampaknya selalu menjadi dambaan setiap orang, namun ekspektasi selalu berbeda dengan realita yang ada. Sampah-sampah plastik terutama botol bekas masih dapat ditemukan di mana-mana. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) menggagas pembuatan vertical garden dalam mengatasi masalah sampah? Seperti apa vertical garden ini?

SAMPAH masih menjadi masalah pada hampir setiap wilayah. Kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dan pentingnya menjaga lingkungan masih sangat minim. Pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten/kota mengeluarkan banyak program mengatasi masalah sampah. Tidak sedikit biaya yang dianggarkan untuk mengatasi masalah sampah ini.

Iklan

Bahkan, Pemprov NTB di bawah komando Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc., dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., memprogramkan NTB Zero Waste atau NTB bebas sampah. Kerjasama dengan elemen masyarakat, tokoh pemuda hingga organisasi keagamaan dilakukan agar masyarakat memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Namun, di lapangan kita masih melihat sampah dibuang sembarangan, sehingga menyebabkan lingkungan sekitar menjadi tidak nyaman atau tidak sehat.

Atas kondisi ini, mahasiswa KKN Tematik Unram di Lingkungan Gerintuk Kelurahan Renteng Kecamatan Praya Lombok Tengah program pembuatan vertical garden. Vertical garden adalah sebuah upaya pemanfaatan sampah plastik menjadi benda yang tidak hanya bernilai, namun juga dapat memperindah lingkungan.

Ketua Kelompok KKN Tematik Unram Kelurahan Renteng, Dedi Sukmayadi menuturkan pembuatan vertical garden ini sangat penting bagi masyarakat. Selain dapat mengurangi sampah botol plastik dan polusi udara, masyarakat juga dapat memanfaatkan sayur-sayuran tersebut untuk dikonsumsi sehari-hari. “Sayur-sayuran yang kami tanam selain dapat memperindah tentu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk dikonsumsi, sementara bunga atau tanaman hias itu hanya sekedar untuk memperindah saja,” jelasnya dalam rilis yang diterima Suara NTB, Kamis, 22 Juli 2021.

Dijelaskannya, penunjukan Lingkungan Gerintuk sebagai lokasi pembuatan vertical garden, didasari pada situasi atau kondisi pemukiman masyarakat yang kering dan jarang terdapat tumbuhan hijau. Hal inilah yang menjadi faktor utama mahasiswa KKN memilih Lingkungan Gerintuk sebagai fokus utama dalam menjalankan program pembuatan vertical garden.

Selain itu, tambahnya, karena lokasi vertical garden yang dekat dengan rumah Kepala Lingkungan Gerintuk menyebabkan siapapun yang datang dan ingin mencari Kepala Lingkungan Gerintuk dapat menikmati vertical garden yang tersusun rapi dan penuh warna.

Kegiatan atau program kerja yang dilakukan selama 4 hari dimulai pada Selasa, 14 Juli 2021 hingga Jumat, 16 Juli 2021 oleh mahasiswa KKN Unram ini juga turut mendapat dukungan dari masyarakat dan pihak kelurahan, terutama Kepala Lingkungan Gerintuk.

Ke depannya tim KKN Tematik Unram berharap apa yang telah diprogramkan dapat bermanfaat dan masyarakat juga dapat melanjutkan atau bahkan mengembangkan lagi program-program yang telah berjalan. Harapannya, lingkungan yang ada di Kelurahan Renteng menjadi lingkungan yang tidak hanya sekedar bersih dan bebas sampah, namun juga menjadi lingkungan yang indah dan asri, karena masyarakatnya dapat melakukan pemanfaatan sampah dengan baik. (ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional