Uang Rp75 Juta Hilang di Rekening, Mantan Kabid PLS Dikbud Lotim Lapor Polisi

LAPOR - H. M.Nursalim saat melapor ke Polres Lotim, jika dirinya menjadi korban skimming salah satu ATM di Surabaya, Jumat, 21 Desember 2018. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, H.M. Nursalim, MM., diduga menjadi korban skimming. Hal itu terjadi saat dirinya usai mengecek saldo keuangan yang terdapat di kartu ATM BRI miliknya di Surabaya. Saat pengecekan terakhir, dana sebesar Rp75 juta yang terdapat di dalam kartu ATM-nya raib dan tersisa Rp140 ribu.

Kepada wartawan di Selong, Jumat, 21 Desember 2018, H. M. Nursalim, mengaku hilangnya uang yang terdapat pada kartu ATM diketahui saat tiba di Lombok dengan kondisi kartu ATM yang terblokir. Padahal, katanya, saat melakukan cek saldo di salah satu ATM BRI di Surabaya, saldo uang sebesar Rp75 juta itu masih ada. “Pada saat saya mau transfer, pada saat itu kartu ATM saya dinyatakan diblokir,” terangnya.

Iklan

Pengecekan saldo dilakukan Nursalim saat dirinya menghadiri Rakor di Surabaya pada pada 17 November 2018 dan pulang ke Lotim tanggal 19 November. Ketika mengetahui jika kartu ATM terblokir, Nursalim mengaku jika pada hari itu langsung melaporkan ke pihak BRI Selong dengan memberikan kepercayaan penuh dan diminta menunggu proses penelusuran yang dilakukan oleh pihak bank apa yang sebenarnya terjadi pada rekening tersebut.

Akan tetapi, katanya, pada tanggal 21 Desember 2018, ia menerima SMS dari pihak BRI yang menjelaskan bahwa transaksi yang dilakukan tersebut normal. Dari hasil print out transaksi, terdapat puluhan nomor tujuan dana yang dimiliki oleh H. Nursalim masuk ke nomor rekening tersebut. “Jadi dianggap saya yang transfer,” ujarnya.

Terkait hal inipun, Nursalim yang saat ini menjadi seorang guru di Selebung Ketangga melaporkan musibah yang menimpanya ke SPKT Polres Lotim dengan membawa print out transaksi yang dikeluarkan oleh pihak BRI Selong. Dari laporan yang dilakukan itu, ia berharap ada solusi yang didapat untuk bagaimana uang yang terdapat pada rekeningnya itu dapat kembali lagi.

Sementara berdasarkan informasi yang diterima koran ini dari Sekretaris Pimpinan Cabang BRI Selong saat ditemui bahwa Pimpinan Cabang BRI Selong sedang berada di luar daerah. Sementara Bagian Humas, masih sibuk mengurus pelaporan akhir tahun. (yon)