Uang Palsu Beredar di Lombok Tengah

Praya (suarantb.com) – Kasus peredaran uang palsu terjadi di Lombok Tengah (Loteng). Berdasarkan informasi yang diterima suarantb.com melalui Kasubag Humas Polres Loteng, AKP I Made Suparta, kejadian itu terungkap sekitar pukul 06.00 Wita, Jumat, 12 Agustus 2016.

Kasus tersebut menimpa Senan (56) seorang pedagang asal Bajur Timur, Dusun Bajur, Desa Kopang Rembiga dan Sanisah (60) yang juga merupakan pedagang.

Iklan

Adapun kronologis kejadian menurut informasi Kasubag Humas Polres Loteng, bahwa kedua korban pergi ke pasar dengan membawa barang dagangannya. Korban Senan setiba di pasar didatangi oleh pembeli yang membeli barang dagangannya berupa 18 kg kacang tanah dengan harga per kilo Rp 20 ribu, serta membayar sebesar Rp 600 ribu dengan pecahan Rp 100 ribu.

Sementara korban Sanisah mengaku dibeli dagangannya berupa keripik singkong seharga Rp 35.000 dan membayar dengan pecahan Rp 100 ribu. Dari kedua korban, ditemukan uang tunai sebesar Rp 700 ribu yang diidentifikasi sebagai uang palsu.

Adapun dari keterangan kedua korban, Polres Loteng mengidentifikasikan pelaku dengan ciri-ciri fisik yaitu, postur tubuh gemuk, tidak terlalu tinggi, kulit sawo matang, dan menggunakan jaket hitam saat membeli dagangan korban.

Pelaku juga diindentifikasi menggunakan bahasa Lombok Timur dalam membelanjakan uang palsu. Uang yang diidentifikasikan palsu tersebut kini diamankan di Mapolres Loteng. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here