Tutupi Kekurangan APBD 2018, Setoran dari DMB Tunggu RUPS

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB berharap ada penerimaan dari PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) untuk menutupi kekurangan anggaran dalam APBD 2018 yang mencapai Rp 142 miliar. Sementara itu, DMB menyatakan penyetoran dana penggantian investasi atau hasil penjualan saham enam persen ke masing-masing pemegang saham sepenuhnya tergantung keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Direktur Utama (Dirut) PT. DMB, H. Andy Hadianto, SH, MM yang dikonfirmasi Suara NTB di Kantor Gubernur, Kamis, 7 Juni 2018 siang mengatakan, RUPS dijadwalkan pada 25 Juni mendatang. Dalam RUPS itulah nanti akan dibahas mengenai dana penggantian investasi yang diperoleh dari mitra dengan nilai lebih dari Rp 400 miliar.

Iklan

“Kalau dari DMB, semua tergantung RUPS besok tanggal 25 Juni ditentukan. Disetor berapa, mau pakai modal semua, mau bubar DMB, mau lanjut DMB, semua tergantung RUPS tanggal 25 Juni besok,” kata Andy.

Andy mengatakan dari Rp 400 miliar lebih dana penggantian investasi yang diperoleh dari PT. Multi Capital, semuanya sudah masuk ke rekening DMB. Informasi mengenai transfer sisa dana penggantian investasi sebesar Rp 100 miliar ini diperoleh pukul 14.44 Wita.

Mengenai harapan agar penerimaan dari DMB dapat menutupi kekurangan anggaran Pemprov NTB? Andy mengatakan, penyetoran dana tersebut ke kas daerah masih menunggu keputusan RUPS. Ketua KONI NTB ini yakin para pemegang saham akan mengambil keputusan-keputusan strategis, baik dan bermanfaat.

“Kita yakin bahwa para kepala daerah, pak Gubernur dan Bupati KSB dan Sumbawa akan mengambil keputusan yang baik, benar dan bermanfaat,” ujarnya.

Mengenai nasib PT. DMB yang akan dibubarkan jika semua dana penggantian investasi itu dibagikan seluruhnya kepada tiga Pemda. Andy mengatakan soal keberadaan DMB sepenuhnya berada di pemegang saham. Yakni pemprov NTB, Pemkab Sumbawa Barat dan Pemkab Sumbawa.

Dalam RUPS akhir Juni mendatang, dirinya hanya akan menyampaikan laporan mengenai jumlah kekayaan DMB. Kemudian apa saja yang dilakukan perusahaan daerah ini selama berdiri hingga saat ini. Serta, pihaknya akan melaporkan target-target PT. DMB ke depan. ‘’Kemudian menyampaikan laporan keuangan secara keseluruhan sejak perusahaan ini berdiri sampai 2017,’’ terangnya.

Ketika ditanya akan diapakan dana hasil penjualan saham yang mencapai hampir setengah triliun rupiah itu? Andy mengatakan dana itu harus bisa menghasilkan manfaat yang lebih bagi daerah. “Yang memahami manfaat lebih itu masing-masing kepala daerah, gubernur dan bupati. Beliau yang lebih paham,” tutupnya. (nas)