Tutup 2020, Yayasan Al-Kautsar NW Reban Burung Gelar ‘’Class Meeting’’

Pengurus Yayasan, Dewan guru, dan siswi berprestasi Yayasan Al-Kautsar NW Reban Burung pose bersama. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) -Berbagai cara dilakukan guna mengaktivasi potensi yang dimiliki para siswa. Salah satunya melalui pelaksanaan class meeting yang biasanya digelar di sela-sela mengisi waktu antara ketika siswa selesai ujian dan waktu menerima rapor.
Class meeting merupakan kegiatan rutin dan menyenangkan yang mempertemukan antar kelas dalam berbagai pertandingan dan perlombaan. ‘’Jika dilaksanakan dengan baik, maka kegiatan class meeting akan membawa manfaat luar biasa bagi siswa,’’ ungkap Kepala SMK Yayasan Al-Kautsar NW Reban Burung, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, Hapipi Jayadi, S.IP., M.AP., belum lama ini.

Diakuinya, ada banyak manfaat dari class meeting. Di antaranya adalah sebagai hiburan atau refreshing setelah ujian, mempererat tali silaturrahmi antar sesama siswa, menyalurkan bakat dan minat siswa dalam berbagai bidang kegiatan, menambah keakraban, melatih mental bersaing dan sportivitas dalam perlombaan dan pertandingan.

Yayasan Al-Kautsar NW Reban Burung telah menggelar class meeting dan berakhir pada 22 Desember lalu. Berbagai kegiatan dan lomba diadakan, mulai dari lomba puisi, pidato empat bahasa, tilawah, hapalan surah sampai berbagai perlombaan olah raga seperti futsal dan lainnya.
“Pasca semester, Yayasan Pendidikan Al-Kautsar NW Reban Burung mengadakan class meeting dari tingkat MTs dan SMK. Adapun perlombaan yang diadakan adalah futsal, pidato empat bahasa, puisi, tilawah, dan Tahfiz 5 Juz tingkat SMK dan 3 Juz tingkat MTs,” ungkap Hapipi Jayadi.

Pihaknya selalu mengintegrasikan nilai-nilai religi dalam kurikulum pondok pesantren dan kurikulum umum, sehingga lulusan SMK Al-Kautsar NW Reban Burung diwajibkan menghapal minimal 3 juz dan memahami hukum islam. Seperti yang disampekan oleh Ketua Yayasan H. Abdul Gani, QH., M.Pd.
“Setiap lulusan Al-Kautsar NW Reban Burung harus mengusai iptek yaitu ilmu pengetahuan di bidang agama dan umum, dan mampu bersaing dibidang teknologi, sehingga ketika mereka lulusnya nanti sudah siap bersaing di dunia luar, lebih-lebih siap tampil sebagai pemimpin di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, setiap siswa-siswi MTs dan SMK Al-Kautsar NW Reban Burung wajib menguasai 4C yaitu critical thinking (kemampuan berpikir kritis), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (kemampuan kerja tim), dan confident (percaya diri). Selain itu yang lebih penting siswa-siswinya harus berakhlak.
“Maka melalui momen ini kami mengadakan class meeting dan memberikan piagam penghargaan juara kelas untuk memotivasi siswa agar lebih giat belajar untuk meraih prestasi,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Hapipi Jayadi yang merupakan alumni salah satu perguruan tinggi di Malang itu menyampaikan apresiasinya kepada dewan guru yang telah mengabdikan dirinya. Meski di tengah pandemi, semangat mengabdi para dewan guru sangat luar biasa.
“Terima kasih kepada semua dewan guru. Sesungguhnya dewan guru adalah ujung tombak keberhasilan pendidikan d isekolah, sekolah favorit dengan prestasi yang bagus sudah tentu memiliki guru yang berkualitas. Oleh sebab itu perjuangan, inovasi dan kreasi untuk kemajuan pendidikan bangsa ini haruslah melekat pada naluri seorang guru,” kata Hapipi.

Dalam kesempatan yang sama, Nurhilma Yanti siswi yang meraih prestasi juara umum mengatakan kebanggaannya menuntut ilmu di SMK Al-Kautsar NW Reban Burung.
“Saya bangga menjadi siswi disini, karena apa yang kita cari di sekolah yang lain pasti ada di sini, pelajaran agama, pelajaran umumnya, dan didukung dengan guru-guru yang berkompeten dalam bidangnya,” ungkapnya dengan penuh keceriaan. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here