Turun Satu Digit

H. Fauzan Khalid (Suara NTB/dok)

KEMISKINAN di Kabupaten Lombok Barat turun sebesar 1,26 persen dari angka 16,46 persen (2017) menjadi 15,20 persen memasuki akhir 2018. Penurunan angka kemiskinan ini melampui target yang telah dipasang dalam RPJMD sebesar 15,90 persen.

 

Iklan

Demikian diungkapkan, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid setelah menerima rilis Badan Pusat Statistik (BPS)  Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (13/12). ‘’Kita bersyukur dengan capaian ini. Padahal target kita di RPJMD untuk tahun 2018 ini adalah 15,90 persen,’’ katanya.

 

Angka kemiskinan tersebut sama dengan 103.770 jiwa, turun dari 110.692 jiwa pada tahun 2017. Sedangkan untuk angka kedalaman kemiskinan turun dari 3,24 menjadi 3,07. Sayangnya, angka tersebut tidak diikuti dengan indeks keparahan kemiskinan. Tahun 2017  0,92 mengalami peningkatan menjadi 0,95 di tahun 2018.

 

Dalam rilis BPS itu, garis kemiskinan di Lombok Barat meningkat dari Rp 390.979/kapita/bulan di tahun 2017, mengalami peningkatan menjadi Rp. 412.487/kapita/bulan tahun 2018. ‘’Artinya, masyarakat Lombok Barat perlu biaya yang lebih besar lagi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,’’ jelasnya.

 

Secara umum, seluruh Kabupaten/ Kota di NTB mengalami hal yang sama dengan Kabupaten Lombok Barat. Kabupaten Lombok Utara, menurut BPS menjadi daerah yang paling signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan, yaitu dari 32,06 persen di Tahun 2017 menjadi 28,83 persen di tahun 2018 ini.

 

Secara komulatif untuk Provinsi NTB, Kemiskinan di NTB tahun 2017 adalah 793.776 jiwa atau 16,07 persen. Mengalami penurunan 14,75 persen atau 737.457 jiwa di tahun 2018 atau hanya mampu menurunkan 1,32 persen saja. (her)