Tuntut Perbaikan, Warga Wakan Tanam Pohon di Tengah Jalan

Aksi warga Desa Wakan yang menanam pohon pisang di jalan yang rusak, Sabtu, 22 Februari 2020. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kecewa atas kondisi jalan yang buruk dan tak kunjung dilakukan perbaikan, warga Desa Wakan Kecamatan Jerowaru menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak. Penanaman pohon pisang di tengah jalan ini sebagai bentuk protes dan menuntut untuk segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah.

Salah satu warga setempat, Tabula, mengatakan, keberadaan jalan di Desa Wakan ini sangat vital, yaitu menghubungkan antara desa yang satu dengan lainnya khususnya di Kecamatan Jerowaru. Sehingga sangat penting dilakukan perbaikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain melakukan penanaman pohon pisang, masyarakat juga menabur benih padi di sepanjang jalan berlubang yang dipenuhi genangan air sebagai bentuk protes mereka.

Iklan

Ia menambahkan, jalan Desa Wakan menuju Batu Nampar atau merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Sementara akses jalan tersebut kondisinya cukup parah, sehingga sangat mendesak untuk segera dilakukan perbaikan. Terlebih dalam program bupati dan wakil bupati saat kampanye, siap mewujudkan kondisi jalan mulus sepanjang jalan.

Diketahui, jalan di Desa Wakan hingga Batu Nampar ini terakhir kali diperbaiki pada tahun 2008. Akibat kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah itu berakibat fatal dengan terjadi insiden kecelakan. Termasuk menghambat mobilisasi perekonomian masyarakat. Untuk itu, aksi protes dengan penanaman pisang ini diharapkan dapat menjadi pengetuk pintu hati para pemangku kebijakan di daerah ini.

“Kami berharap jalan ini secepatnya diperbaikan. Jika tidak, maka pohon pisang yang akan kami tanam akan semakin banyak hingga berbuah,”ancam masyarakat lainnya, Muhrim. (yon)