Tuntut Kios Lebih Luas, Pedagang Pasar Renteng Datangi Dewan

Pedagang Pasar Renteng saat dengar pendapat dengan pimpinan DPRD Loteng dan OPD terkait, Rabu, 5 Februari 2020. (Suara NTB/ris)

Praya (Suara NTB) – Para pedagang Pasar Renteng Praya ramai-ramai mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Rabu, 5 Februari 2020. Mereka mengadu ke DPRD, perihal Pasar Renteng yang sedang dibangun. Dari informasi yang diperoleh para pedagang, kios atau los pasar yang sedang dibangun itu rata-rata berukuran cukup kecil yaitu 2×2 meter. Jika benar demikian, hal itu dinilai akan mematikan usaha para pedagang, karena tak bisa leluasa berjualan.

Puluhan pedagang Pasar Renteng diterima oleh Wakil Ketua DPRD Loteng, H. Mayuki, Kepala Dinas Perindag H.Saman, pejabat Dinas PUPR dan pejabat Dinas Perhubungan.

Iklan

Dalam kesempatan itu, para pedagang pasar menyampaikan sejumlah keluhannya baik yang terkait dengan pasar Renteng yang sedang dibangun maupun pasar sementara yang sedang ditempati saat ini.

Salah seorang pedagang Pasar Renteng, H. Mawardi mengatakan, jika seluruh kios atau los pasar Renteng berukuran 2×2 meter persegi, maka para pedagang tidak bisa berjualan dengan semestinya. Ukuran kios seperti itu jelas sangat sempit, terutama untuk empat komoditas seperti konveksi, barang pecah belah, komoditas sepatu, sandal dan tas serta komoditas jajaran ringan atau snack.

“ Bagaimana cara kita menata dagangan kita kalau kios tempat kita berjualan berukuran 2×2 meter. Kios sebesar itu kalau diisi dua orang sudah sesak, apalagi ditambah dengan barang-barang jualan. Meskipun kita tumpuk barang itu, tidak bisa juga,” katanya.

Pihaknya meminta agar luas kios yang akan dibangun oleh kontraktor Pasar Renteng bisa dengan ukuran 3×4 meter persegi. Ukuran kios tersebut sama dengan ukuran kios yang ditempati pedagang sebelum Pasar Renteng terbakar tahun 2018 lalu.

“Terlebih tipikal konsumen kita di sini, dia cuek-cuek butuh. Dia tidak mau mendekat kalau tidak melihat pajangan barang secara langsung. Kita ada barangnya namun tempat naruhnya yang tidak ada karena sempit. Sehingga yang kita khawatirkan, konsumen ini akan belanja ke toko semua nanti, sehingga pasar menjadi sepi,” katanya.

Sementara itu Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Loteng, M. Supriadin mengatakan, ukuran kios yang akan ditempati oleh para pedagang di Pasar Renteng yang baru bervariasi.”Jadi tidak benar kalau ada informasi bahwa semua kios pasar ukurannya 2×2 meter,” terangnya.

Ia mengatakan, di lantai I pasar akan dibangun kios sebanyak 576 unit dengan dengan ukuran yang berbeda, ada yang berukuran 2×2 meter, ada yang ukuran 2×3 meter. Sementara diantai II pasar akan dibangun sebanyak 823 unit los dan kios dengan ukuran 2×2 meter,2×3 meter serta 3×4 meter. Bahkan di lantai II itu jumlah kios yang berukuran 3×4 sebanyak 107 unit. “Penentuan luas atau ukuran kios pasar berdasarkan hasil survei,” kataya.(ris)