Tuntut Jalur Rinjani Dibuka, Ratusan Massa KLU dan Sembalun Blokir RTC

Tanjung (Suata NTB) – Pelaku jasa wisata Taman Nasional Gunung Rinjani, kembali menggelar aksi, Rabu, 12 Oktober 2016. Sekitar 200 massa gabungan dari seputaran Senaru dan Sembalun – Lombok Timur, menduduki pintu masuk Rinjani Track Center (RTC) di Senaru.

Informasi yang dihimpun menyebut, massa aksi berkumpul di pintu masuk TNGR sejak pukul 7.30 wita. Begitu tiba, massa langsung memblokir pintu masuk Kantor RTC menggunakan meja dan kursi. Massa juga memanfaatkan kendaraan angkutan untuk menutup akses. Tidak kurang dari 10 kendaraan roda 4 dan puluhan sepeda motor, diparkir di pintu masuk RTC. Sementara di Kantor RTC, dipalang dengan bambu oleh warga.

Iklan

Di lokasi kejadian, massa sempat menolak kehadiran aparat keamanan dari Polres Lombok Timur yang datang persenjataan lengkap. Kehadiran aparat Polres Lotim ini sendiri atas dasar permintaan Balai TNGR. Namun massa keberatan, karena menilai pengawalan ideal dilakukan Polres Lobar atau Polsek Bayan. Pertimbangan itulah, massa meminta aparat Polres Lotim dipulangkan. Berdasarkan koordinasi aparat Polsek Bayan dengan TNGR, aparat akhirnya ditarik kembali ke Lotim sementara pengamanan dikawal aparat Polsek Bayan.

Korlap aksi I Made Jaya pada kesempatan itu, meminta agar TNGR mempertimbangkan desakan pelaku jasa wisata baik pengusaha penginapan, porter dan guide untuk membuka jalur pendakian pada batas radius aman. Tidak hanya itu, pihaknya meminta agar Balai TNGR merespon surat yang dikirimkan pelaku wisata sebelumnya.

Munawir menambahkan, agar TNGR membuka kembali jalur serta meninjau kembali PP No. 12 tahun 2014 tentang penerimaan negara bukan pajak pada Kementerian Kehutanan, khususnya menyangkut tiket masuk TNGR. Ia menilai, tarif yang dipatok sebesar Rp150.000/orang/hari bertentangan dengan pasal 23 A UUD 1945. “Penerapannya di Taman Nasional Gunung Rinjani juga tidak sesuai dengan UU Nomor 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak,” katanya.

Selain tuntutan itu, massa yang sebagian merupakan warga Desa Senaru juga meminta Kantor RTC memberikan kontribusi ke Pemerintah Desa Senaru dan Masyarakat Senaru. Hal ini sebagai wujud perhatian pemerintah atas kontribusi masyarakat dalam menjaga kawasan objek wisata tersebut.

Dari sekian banyak aspirasi warga, penekanan tuntutan terletak pada poin dibukanya kembali jalur Rinjani. Hal ini sudah disuarakan sebelumnya. Namun jika tuntutan itu tak digubris, mereka siap untuk menggelar aksi kembali dengan jumlah massa yang lebih besar. (ari)