Tuntas, Pemeriksaan Saksi dan Bukti untuk Dugaan Pencabulan Bruno Gallo

Mataram (Suara NTB) – Polisi melengkapi berkas perkara dugaan pencabulan anak dengan tersangka, Bruno Gallo warga negara Italia. Di dalam berkas itu, penyidik menyebutkan masih enam orang yang menjadi korban terduga pedofil itu.

“Sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Perkara dengan tersangka satu orang dan korban enam orang,” kata Kasubdit IV PPA Ditreskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati ditemui Senin, 3 April 2017.

Iklan

Dalam berkas itu juga dilampirkan catatan barang bukti yang diduga digunakan tersangka Bruno untuk mencabuli korban-korbannya, seperti gel pelumas, alat bantu seks, DVD video porno, foto-foto korban yang diabadikan tersangka, serta baju dan sandal korban.

Berkas itu, lanjut dia diserahkan Jumat (31/3) lalu ke Kejaksaan Tinggi NTB. “Untuk diteliti dulu apa kekurangannya. Baru nanti kalau ada petunjuk jaksa ya segera kami lengkapi,” jelas mantan Wakapolres Mataram ini.

Puja menambahkan, korban hingga saat ini masih sebanyak enam orang. Empat anak dan dua dewasa. Dalam penyidikan memang ada anak lain yang menjadi saksi.

“Sementara ini dengan barang bukti yang ada, masih enam orang. Kalau dikembangkan kita masih terkendala bukti-bukti terkait perbuatan tersangka,” jelasnya.

Hal itu menanggapi hasil investigasi LPA NTB yang menyebut hampir belasan anak menjadi korban kebejatan Bruno Gallo.

Tersangka seperti disebut dalam berkas perkara dijerat dengan pasal 82 ayat 1 juncto pasal 76e UU Nomor 17 Tahun 2016 tentnag penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Bruno Gallo diduga mencabuli empat anak dan dua pria dewasa. Kasus itu terungkap dari laporan pihak keluarga korban yang mengadu ke Polres Mataram, 28 Februari lalu.

Korban yang berhasil diidentifikasi dan diambil keterangannya, antara lain M alias T, IZ alias S, HH alias D, dan HH alias H, serta dua korban lagi yang sudah dewasa yaitu SH alias S dan MRH alias H.

Cara-cara tersangka merayu korbannya pun tergolong bejat. Sebelum diperlakukan perbuatan cabul, korbannya terlebih dahulu diajak menonton video porno dan diupahi uang antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

Tak hanya itu, tersangka juga mengajak korbannya untuk berbelanja sandang di toko sebagai imbalan lainnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here