Tuntas, Pembebasan Lahan Sirkuit Mandalika

Pemilik lahan di area proyek JKK Mandalika tengah membongkar rumah setelah menemui kata sepakat dengan ITDC, terkait biaya pembebasan lahan. Dengan begitu, proses pembebasan lahan di area JKK Mandalika akhirnya tuntas.(Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Setelah melalui proses yang cukup panjang, proses penyelesaian pembebasan lahan yang berstatus eclave diarea pembangunan Jalur Khusus Kawasan (JKK) yang bakal menjadi lokasi gelaran balap MotoGP akhirnya bisa dituntaskan. Masrup, pemilik lahan terakhir yang belum dibebaskan, akhirnya memutuskan menerima besaran biaya pembebasan lahan yang ditawarkan pihak ITDC, selaku pengelola kawasan The Mandalika. Penyerahan uang pembebasan lahan pun sudah dilakukan pada akhir pekan kemarin.

Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo, Selasa, 27 Juli 2021, mengatakan luas lahan titik terakhir yang dibebaskan sekitar 3,227 meter persegi. Di atas lahan tersebut sudah ada berdiri beberapa bangunan dan sejak Kamis, 22 Juli 2021, sudah dilakukan pengosongan langsung oleh pemiliknya.

Iklan

‘’Pemilik dengan kesadaran sendiri mengosongkan lahan dan bangunan yang ada,’’ sebut Arie. Selama proses pengosongan lahan dan bangunan pihak ITDC tetap mengedepankan pendekatan humanis. Sehingga keluarga pemilik lahan enclave dengan sadar bersedia melakukan pengosongan lahan dan bangunan.

Pihaknya pun memberikan apresiasi khusus kepada keluarga Masrup yang telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam percepatan pembangunan kawasan The Mandalika, khususnya JKK yang nantinya akan menjadi lokasi gelaran sejumlah balapan internasional. Termasuk gelaran MotoGP yang direncanakan akan mulai digelar pada tahun 2022 mendatang

Terpisah, Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro secara khusus juga menyampaikan apreasiasi kepada semua pihak yang telah mendukung proses penyelesaian pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan sirkuit jalan raya Mandalika. ‘’Khususnya Pemkab Loteng, dukungan sangat membantu,’’ imbuhnya.

Bram menjelaskan, lahan milik Masrup sendiri berada di lokasi pembangunan jalan akses di dalam area sirkuit dan jalan akses menuju tunnel (terowongan) I yang merupakan akses jalan bagi penonton, masyarakat, maupun penyediaan logistik dalam penyelenggaraan event balap di JKK nantinya. Sehingga penyelesaian lahan tersebut penting untuk memastikan semua fasilitas penunjang Sirkuit Mandalika bisa terbangun sesuai rencana yang sudah ada.

‘’Jadi pada tanggal 21 Juli kemarin, kita mencapai kesepakatan dengan pihak Mahrup. Kemudian keesokan harinya langsung dilakukan pengosongan. Kemudian pembayaran lahan dilakukan pada Jumat lalu,’’ pungkasnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional