Tunggu Izin Operasional, Pelayanan Cuci Darah RSMA Tahun Ini

Kabid Pelayanan RSMA (baju putih) saat menunjukkan alat cuci darah. (Suara NTB/ind) 

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rumah Sakit H. L. Manambai Abdulkadir (RSMA) telah memiliki ruangan serta alat cuci darah (Hemodialisa). Saat ini, pihak RSMA menunggu izin operasional. Meskipun demikian, ditargetkan pelayanan cuci darah mulai dilakukan tahun 2020 ini.

Direktur RSMA, dr. Arindra Kurniawan yang didampingi Kabid Pelayanan, dr. S. Herman Wahyudi mengakui, gedung hemodialisa RSMA sudah selesai dibangun. Sarana prasarana di dalamnya juga sudah tersedia. Termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) juga sudah dilatih. Guna mengantongi izin operasional, pihaknya menunggu tim Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) melakukan visitasi. Karena operasionalnya sendiri ditargetkan dalam tahun ini.

Iklan

“Kita menunggu visitasi dari Pernefri. Karena operasionalnya dari sana. Targetnya tahun ini bisa beroperasi,” ujarnya belum lama ini.

Dijelaskannya, ruangan yang sudah disiapkan mampu menampung 60 unit alat Hemodialisa.  Sedangkan yang sudah tersedia sebanyak 4 unit. Nantinya alat tersebut akan terus ditambah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

“Kapasitasnya 60 alat. Sementara yang ada baru 4. Tetapi nanti dilihat dari pasiennya. Kalau banyak, akan ditambah secara bertahap,” terangnya.

Adapun dari segi SDM, kata Arindra, yang sudah diberikan pelatihan yakni satu dokter spesialis, satu dokter umum dan lima perawat. Sehingga pihaknya sudah siap jika pelayanan dilakukan tahun ini. Dengan beroperasinya peralatan ini nantinya, maka pasien tidak lagi harus ke luar daerah untuk melakukan cuci darah. Begitupula pasien cuci darah dari daerah lain seperti Bima dan Dompu juga bisa ditangani di RSMA. (ind/arn/*)