Tunggu Hasil Tim Evaluasi, Gubernur Isyaratkan Penyegaran Direksi BUMD

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menghadiri rakor BUMD di Mataram, Rabu, 24 Oktober 2018 siang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc mengatakan telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hasil kerja tim akan dilaporkan pada Sabtu, 27 Oktober 2018 mendatang. Gubernur memberikan isyarat akan melakukan penyegaran direksi BUMD.

‘’Mungkin hari Sabtu ada laporan yang lebih terperinci. Mungkin perlu penyegaran, ide yang baru. Nanti kita lihat setelah laporan hari Sabtu,’’ kata gubernur dikonfirmasi usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) BUMD di Mataram, Rabu, 24 Oktober 2018 siang.

Iklan

Kontribusi BUMD dalam APBD sangat dibutuhkan. Namun, mencari uang pada zaman sekarang tidak gampang. Ia mengharapkan BUMD milik Pemprov NTB yang ada sekarang harus lebih baik. Karena itu menjadi tuntutan keadaan.

‘’Kontribusinya sudah cukup. Tapi kita ingin memperpanjang, menemukan bisnis baru, menghasilkan keuntungan maksimal buat daerah kita,’’ ujar Dr.Zul. Orang nomor satu di NTB ini mengatakan, BUMD yang ‘’sakit’’ perlu disembuhkan. Ibarat orang yang sakit maka perlu diberikan obat dan diperiksa oleh dokter.

Meskipun memberikan sinyal akan melakukan penyegaran direksi BUMD, gubernur mengatakan dirinya bukan tipe orang yang mudah mengganti orang. Dikatakan, orang yang punya loyalitas pengabdian tidak boleh dilupakan.

‘’Tapi ke depan (BUMD)  harus berlari lebih kencang,  itu pasti. Harus lebih banyak anak-anak muda profesional mengisi BUMD-BUMD kita,’’ katanya.

Penyegaran direksi BUMD kata Dr. Zul akan menghormati orang-orang yang sudah berjasa dalam pengembangan BUMD sebelumnya. Namun akan dibuat kesinambungan kepengurusan BUMD yang bagus ke depannya.

Ke depan, kata Dr. Zul keberadaan BUMD harus hadir dalam menghadapi persoalan yang dihadapi masyarakat. Misalnya, banyak harga komoditas pertanian yang anjlok di musim panen. Maka BUMD harus hadir mengatasi kegagalan pasar yang ada. BUMD masuk ke unit usaha yang tidak ada orang tertarik di sana.

‘’Jadi BUMD itu tak boleh maknanya ditarik ke profit saja. Oleh karena itu saya setuju harus diisi oleh orang-orang muda yang profesional. Mungkin hanya menyediakan ruang bagi mereka berekspresi,’’ katanya.

Gubernur menjelaskan, keberhasilan pemerintah dalam membangun suatu daerah, salah satunya ditentukan dari kemajuan dunia usaha. Bagaimana pemerintah dapat memaksimalkan peran BUMD dan mendinamiskan peran tersebut dengan tujuan pembangunan daerah.

Untuk itu, tugas pemerintah adalah memastikan lingkungan di daerah aman, nyaman, bersahabat serta menyenangkan bagi hadirnya dunia usaha untuk berinvestasi. Kenyamanan bekerja itu, dengan sendirinya  akan membawa kemajuan bagi perusahaan.

Sebagai gubernur yang spesialisasinya di bidang ekonomi, Dr. Zul berbagi resep langgengnya sebuah perusahaan. Umur perusahaan  bisa panjang jika perusahaan itu memiliki empat karakter di dalamnya.

Pertama,  harus sensitif dan bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Kedua, perusahaan harus memiliki identitas yang jelas. Ketiga harus memiliki conservative in finance, artinya selektif dalam membelanjakan uang perusahaan. Dan terakhir, harus bisa bertoleransi, memberikan peluang yang fleksibel pada individu marginal.

Menurutnya, dari semua faktor tersebut yang tak kalah penting untuk menjadi modal bagi keberlangsungan “umur” perusahaan adalah  memandang perusahaan sebagai sebuah entitas yang hidup, yang akan tumbuh, berkembang dan suatu saat nanti akan mati.

Di situlah tugas bersama seluruh komponen perusahaan, untuk menjaga bagaimana agar perusahaan tetap bisa hidup sehat. Selayaknya mahluk hidup yang butuh pola hidup sehat melalui asupan makanan, olahraga, dan pikiran sehat untuk bisa berumur panjang.

‘’Kenapa seringkali perusahaan mati? Karena seringkali perusahaan dijadikan sebagai mesin penghasil uang. Profit atau keuntungan, diibaratkan seperti oksigen  yang kita perlukan untuk hidup. Tapi, tujuan hidup bukan berarti untuk mencari oksigen,’’ jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh jajaran BUMD untuk tidak memaknai bisnis BUMD sebagai sarana mencari profit semata. Bukan mencari oksigen tapi carilah tujuan yang lebih luas. Dengan begitu,  keuntungan yang lebih besar pasti akan menyertainya.

Kepala Bappenda NTB, Ir. H. Iswandi, M.Si, menyampaikan Indeks Kapasitas Fiskal Daerah (IKFD)  NTB selama 10 tahun belakanngan ini berada dalam kategori rendah. Sehingga diharapkan tiga tahun ke depan, IKFD NTB dapat berada dalama kategori sedang. Dan BUMD merupakan salah satu penyumbang deviden untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

‘’Melalui Rakor ini, diharapkan dapat dirumuskan proyeksi untuk peningkatan proporsi penyertaan deviden ke depannya,’’ kata Iswandi. (nas)