Tunggu Hasil Pilkada, Polisi Imbau Tak Ada Pengerahan Massa

Mataram (Suara NTB) – Tugas kepolisian mengawal jalannya Pilkada Serentak belum usai. Tahap penghitungan suara sampai tingkat provinsi dinilai krusial. Polisi mengantisipasi pengerahan massa pendukung pasangan calon.

“Bagi pendukung pasangan calon yang merasa menang, atau ada yang merasa tidak puas dengan hasil diimbau tidak usah ada pengerahan massa,” ujar Kapolres Mataram, AKBP Muhammad, Sabtu (1/7).

Iklan

Dia menyampaikan, sudah ada mekanisme dan aturan yang bisa ditempuh apabila ada perselisihan hasil Pilkada yakni mengajukan sengketa ke Mahkamah Konstitusi. Pengerahan massa disebutnya dapat berpotensi konflik.

Polres Mataram mendapat porsi lebih besar tugas pengamanan karena mengamankan ibukota provinsi NTB yang menjadi pusat beberapa tahapan Pilkada Gubernur NTB.

“Pada dasarnya di setiap kerawanan kita sudah siap. Tetapi kita harapkan kepada simpatisan atau tim sukses tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Jika setiap cara sesuai aturan perundangan sudah dilakukan tetapi hasil tetap sama, maka Muhammad mengatakan setiap pasangan calon diminta berlapang dada.

Lagipula, sambung dia, hasil hitung cepat lembaga survei tidak bisa dijadikan sandaran mengenai hasil Pilkada, melainkan hanya sebagai gambaran.

“Mari kita berjiwa besar untuk menerima hasil pemungutan suara,” imbau Muhammad. Bentuk kekerasan, kata dia, dapat mencederai proses demokrasi NTB. Mengatasi hal itu pun pihaknya tak segan memproses hukum terhadap tindak pidana.

“Kalau ada kekerasan, perusakan, ancaman fisik itu kan bukan ranah tindak pidana pemilu lagi, tapi masuk pidana umum yang akan kita proses secara tegas,” tandasnya. (why)