Tunggu Batubara, PLTU Kertasari Siapkan Uji Pembakaran

Taliwang (Suara NTB) – Pihak Pembangkit ListrikTenaga Uap (PLTU) Kertasari menyatakan pihaknya akan segera melaksanakan uji pembakaran. Uji ini merupakan salah satu tahapan tes yang harus dilalui PLTU sebelum akhirnya bisa berproduksi.

“Kalau pengetesan sudah kita lakukan mulai beberapa bulan lalu. Kita tes satu-satu komponennya nah yang sedang kita siapkan sekarang uji pembakaran yang akan jadi sumber energi produksi kita,” jelas Asisten Manager PLTU Kertasari, Hari Budiarto kepada Suara NTB.

Iklan

Untuk kegiatan uji pembakaran itu, Hari mengaku, pihaknya tinggal menunggu pengiriman batubara yang rencananya akan mulai dilaksanakan pada awal bulan Juni mendatang. Di tahap pengujian ini batubara miliki PLTU akan dikirimkan menggunakan kapal berkapasitas sekitar 3.000 ton melalui dermaga Labuhan Lalar.

“Untuk pengirimannya sudah disiapkan termasuk juga kesiapan Pemda KSB untukpemanfaatan dermaga Labuhan Lalar,” paparnya.

Terkait pemanfaatan dermaga Labuhan Lalar sebagai lokasi pembongkaran. Disebutkan Hari, pihaknya sebelumnya telah meninjau lokasi. Dan hasilnya dermaga milik pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu dinyatakan bisa digunakan. “Memang ada beberapa yang kita minta untuk dilengkapi dan Pemda siap. Jadi kita akan pakai dermaga itu (Labuhan Lalar),” sebutnya.

Sementara itu ditanya mengenai kapan PLTU Kertasari mulai berporduksi? Hari menyatakan, secara teknis uji pembakaran menjadi rangkaian pengujian seluruh komponen pembangkit. Sebelumnya dalam beberapa bulan belakangan setiap komponen pembangkit telah diuji satu-persatu untuk memastikan seluruh unit telah terpasang dengan benar.

Dan untuk uji pembakaran sendiri, disebutkan Hari akan dilakukan beberapa kal. Karena pembakaran tidak saja untuk pengujian tetapi juga membersihkan komponen produksi terutama pipa-pipa saluran dari dapur menuju mesin pembangkit.
“Rangkaian pengujian pembakaran ini akan memakan waktu juga tidak sehari dua hari. Tapi yang jelas kami juga punya target kapan PLTU ini bisa mulai berproduksi. Dan sesuai rencana kami targetkan pada bulan Agustus mendatang, insyaallah sudah bisa produksi dan memasok listrik bertahap ke masyarakat,” urai Hari.

Untuk diketahui, PLTU Kertasari dibangun dengan rencana kapasitas produksi sebesar 2X7 MW. Pembangunan pembangkit listrik ini sendiri telah dimulai sekitar 4 tahun lalu dan oleh Pemda KSB diharapkan dapat segera berproduksi untuk memenuhi kebutuhan energi listrik masyarakat. (bug)