Tunggakan Reklame di Lobar Mencapai Rp400 Juta Lebih

Ilustrasi Papan Reklame (Piqsels)

Giri Menang (Suara NTB) – Tunggakan pajak reklame di Lombok Barat mencapai Rp400 juta lebih. Tunggakan ini mengakibatkan penerimaan daerah dari pajak menurut. Jika pajak ini disetorkan capaiannya bisa menembus Rp1 miliar lebih. Menyikapi ini, Pemda melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) pun akan mengejar para penunggak tersebut. Jika tidak ada iktikad baik para penunggak membayar pajak ini, maka Dinas terkait mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah aparat penegak hukum (APH).

Kepala Dinas Perkim Lobar, HL. Winengan menegaskan pajak reklame sebelum dirinya menjabat hanya mencapai Rp200 juta. Setelah ia menjabat capaiannya hingga Rp600 juta – Rp700 juta. “Kalau dengan yang nunggak pajak, itu bisa capaiannya Rp1 miliar. Tunggakannya ada mencapai Rp400 juta lebih, itu kami sedang kejar (tagih). Baru masuk laporan dari Bappenda, kalau dia (penunggak) tak laksanakan itu maka bukan urusan kami lagi tapi masuk urusan hukum (APH) itu bisa kejaksaan, bisa kepolisian,” tegas Winengan.

Iklan

Bisa saja kata dia ditangani oleh kejaksaan atau kepolisian. Lebih jauh kata dia, pihaknya tak akan pandang bulu dalam menertibkan reklame illegal. Termasuk di bundaran GMS ada satu unit reklame yang tak berizin. Reklame ini akan dipotong oleh timnya.

Ia menegaskan, siapapun yang punya reklame kalau tidak kooperatif akan dipotong. Termasuk, reklame yang izinnya mati harus diperpanjang. Meskipun mereka membayar pajak. Pihaknya sendiri menerbitkan rekomendasi izin reklame, kalau ada yang lebih dari 14 hari izinnya mati artinya tidak berizin alias bodong. Sehingga jaminan bongkarnya diambil daerah.

Sementara itu, Kabid Penetapan pada Bapenda Lobar, Aria Damarwulan mengatakan realisasi pajak reklame tahun 2019 mencapai Rp905.708.917 dari target Rp750.000.000 pada tahun 2019. Artinya realisasi pajak ini melampui target hingga 120 persen lebih. Sedangkan tahun 2018 capaian pajak reklame ini tidak mencapai target. Sebab dari target Rp1,9 miliar hanya tercapai Rp682.204.885 atau hanya 35 persen lebih. Untuk tahun 2017, dari target Rp597.200.000 tercapai Rp667.227.702 atau melampui target hingga 111,72 persen. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional