Tunggakan Pengobatan Korban Gempa Capai Rp40 Miliar

Direktur RSUP NTB, H. L. Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Biaya pengobatan korban gempa yang tertunggak di seluruh rumah sakit pada daerah terdampak mencapai Rp40 miliar. Tunggakan biaya pengobatan korban gempa di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB sendiri mencapai Rp3,2 miliar.

Direktur RSUP NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, MM, MARS mengatakan, pihaknya melalui Dinas Kesehatan (Dikes) sudah mengajukan klaim biaya pengobatan korban gempa ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ada sinyal akan ditanggulangi pemerintah pusat untuk biaya pengobatan korban gempa tersebut.

Iklan

‘’Feedback surat resminya belum ada. Yang jelas kita jalurnya Kemenkes, jadi jubir kita. Yang diklaim Rp3,2 miliar untuk RSUP. Kalau seluruh rumah sakit hampir Rp40 miliar. Angka klaim kita yang diajukan lewat Dinas Kesehatan,’’ kata Hamzi dikonfirmasi disela-sela menghadiri rapat paripurna di DPRD NTB, Selasa, 27 November 2018 siang.

Klaim yang diajukan ke Kemenkes tersebut merupakan biaya penanganan korban gempa selama masa tanggap darurat dan pascatanggap darurat. Seperti biaya obat-obatan, operasi dan lainnya.

Kemenkes sendiri, kata Hamzi responsnya cukup positif. Namun Kemenkes tak bisa memutuskan sendiri. Namun harus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apakah nanti sumber anggarannya dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB.

‘’Setelah kita sampaikan mereka juga berpikir masalah di Palu. Biar tak sama kejadian seperti di Lombok. Kalau tak ada tahun ini, mudah-mudahan 2019 dialokasikan,’’ harapnya.

Dengan adanya tunggakan biaya pengobatan penanganan korban gempa ini, kata Hamzi pihaknya terpaksa mengorbankan program lain. Seperti program pelatihan ditunda dulu. Anggarannya sementara digunakan untuk menanggulangi biaya pengobatan bagi korban gempa yang masih tertunggak. (nas)