Tunggakan Pelanggan PDAM KLU Capai Rp3 Miliar

Raden Waliadin (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – PDAM Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapati tunggakan pelanggan PDAM selama semester I tahun 2020 mencapai Rp 3 miliar. Menyikapi situasi Covid-19 dan pelemahan ekonomi masyarakat, PDAM memberlakukan kebijakan cicilan bagi pelanggan. PDAM juga tidak serta merta mencabut kWh meter PDAM pelanggan.

“Tunggakan PDAM mencapai Rp 3 miliar. Kita berikan keringanan, boleh dicicil karena situasi setelah gempa dan situasi Covid-19,” ujar Direktur PDAM KLU, Raden Waliadin, SE., Senin, 10 Agustus 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, jumlah pelanggan PDAM saat ini lebih dari 17 ribu sambungan. Mencakup pelanggan rumah tangga, perkantoran dan sejumlah hotel dan restoran di Gili Air.

Sementara, dari jumlah pelanggan yang menunggak diperkirakan lebih dari 1.000 pelanggan dengan nominal tunggakan mencapai Rp 3 miliar. Tunggakan itu tidak lepas dari situasi di mana rumah tangga maupun perhotelan mengalami kesulitan keuangan. Tunggakan pelanggan ini bervariasi. Ada yang 1 bulan, ada pula yang masih menunggak selama 6 bulan.

“Tapi kita tidak langsung mencabut meter. Kita terima berapapun pembayaran, tidak harus dilunasi sekaligus,” imbuhnya.

Hingga saat ini, PDAM juga tidak menaikkan tarif. Tarif termurah untuk pelanggan rumah tangga sebesar Rp 19.700 untuk pemakaian 0-10 kubik. “Tarif ini sudah berlaku sejak tujuh tahun, dari 2013 sampai dengan tahun 2020 saat ini,” tutupnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional