Tunggakan PBB di Lombok Barat Tembus Rp 16 Miliar

Giri Menang (Suara NTB) – Tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Lombok Barat (Lobar) menembus angka Rp16 miliar lebih, tunggakan ini kebanyakan berasal dari pajak yang tak dibayar oleh masyarakat. Sebagian kecil dari perusahaan Negara, seperti Pelindo Lembar mencapai Rp 4 miliar lebih. Banyaknya tunggakan PBB ini disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Karena itulah pihak Bapenda mengupayakan pelayanan pajak untuk memudahkan masyarakat membayar pajak.

“Tunggakan PBB (piutang) sekitar Rp 16 miliar, sebenarnya yang nunggak ini tidak ada yang besar. Namun nasyarakat kita yang kecil-kecil ini, karena kurang kesadaran,” jelas Kepala Bidang Pelayanan pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar L. Supriawan, pada Suara NTB, Rabu, 25 April 2018.

Iklan

Diakui, tunggakan paling banyak dari masyakarat yang menengah ke bawah. Hal ini disebabkan masyarakat kurang kesadaran membayar pajak. Mereka membayar pajak berdasarkan kebutuhan. Diakui kebanyakan masyarakat malas bayar pajak, jika memerlukan SPPT baru mengurus pembayaran pajak. Bahkan masyarakat meminta SPPT barulah bayar pajak. Kondisi inilah yang terjadi di tingkat masyarakat. Berdasarkan target PBB, jelasnya, Rp 17 miliar lebih. Target ini meningkatkan Rp2 miliar dibanding tahun lalu sebesar Rp15 miliar lebih.

Sejauh ini realisasi 10 persen sampai triwulan II, namun bisa dilihat peningkatan pada triwulan III. Sebab pihak perusahaan biasanya membayar menjelang jatuh tempo. Begitu juga dengan petani akan membayar pajak pada saat selesai panen. Capaian progres PBB 10 persen ini berasal dari penagihan tunggakan PBB.

Sedangkan untuk BPHTB dari target Rp16 miliar lebih, capaian sebesar 30 persen sampai triwulan II. Dibanding tahun lalu target ini kain lebih tinggi, tahun lalu targetnya Rp 11 miliar, namun dinaikkan pada APBD perubahan tahun lalu menjadi Rp15 miliar. Penambahan ini disebabkan adanya pemasukan BPHTB dari Pelindo Rp 4 miliar lebih.

Namun sejauh ini pembayaran BPHTB ini belum dibayar. Pembayaran BPHTB dari Pelindo ini segera akan dibayar menyusul semua persyatan dokumen untuk pembayaran BPHTB ini sudah dirampungkan oleh Pelindo. Nilai BPHTB Pelindo ini sendiri Rp 4,7 miliar lebih. Jumlah BPHTB ini kemungkinan bertambah sebab pembebasan ini baru tahap I seluas 100 haktare dengan total sertifikat 87. Sementara pihak Pelindo akan kembali melakukan pembebasan lahan seluas 100 hektare lagi. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here