Tunggakan Gaji Operator Tosa, DLH Berdalih Terkendala SK

Taliwang (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), angkat bicara terkait tertunggaknya gaji para tenaga lepas (Operator kendaraan roda tiga) dari bulan Januari hingga saat ini. Molornya pembayaran gaji operator ini bukan karena unsur “kesengajaan” dari dinas, tetapi karena lambanya proses pengurusan Surat Keputusan (SK) dan absen dasar pencairan gaji tersebut.

Sekretaris DLH KSB,Slamet SP kepada Suara NTB, Senin, 21 Mei 2018 mengatakan, memang ada beberapa operator tosa yang masih belum dibayarkan gajinya sejak bulan Januari lalu. Hal tersebut terjadi karena terkendala masalah SK para pegawai tenaga lepas yang belum rampung. Tentu dari 55 orang pegawai, hanya sekitar 37 orang yang masih belum menerima gaji.

Iklan

Sedangkan sisa dari jumlah tersebut saat ini sudah ada yang menerima gaji, khususnya para tenaga kontrak. Kendati demikian, pihaknya tetap mengupayakan supaya gaji tersebut bisa dibayarkan sesegera mungkin. Bahkan saat ini hasil rekapan sudah rampung tinggal dicairkan saja dan langsung diserahkan kepada para operator sampah.

“Kita tetap upayakan dalam minggu ini gaji operator sampah ini bisa segera cair. Sehingga operator ini bisa bekerja dengan baik serta lebih maksimal,” ungkapnya.

Ditambahkan, Kasubag kepegawaian dan umum, Sabriadi S. Ap, pencairan gaji para tenaga sukarela dan kontrak ini sengaja disatukan supaya tidak ada yang saling iri. Hanya saja untuk tahap pencairan gaji yang akan diterima nanti hanya tiga bulan pertama saja (Januari, Februari, dan Maret). Sementara untuk bulan April, Mei akan dibayarkan pada bulan Juni mendatang. Uangnya saat ini juga sudah tarsedia di kas, tinggal persiapan administrasi lainnya untuk bisa diberikan kepada para tenaga PTT dan Kontrak ini.

“Molornya proses pencairan gaji ini bukan karena unsur kesengajaan, melainkan masalah SK yang tidak kunjung selesai,” kilahnya. Selain masalah tersebut, rekapan absen juga masih menjadi kendala lain yang menghambat proses pencairan gaji ini molor.

Disinggung mengenai jumlah gaji yang akan diterima para operator ini yakni sekitar Rp1.2 juta per tiga bulannya. Pihaknya juga merasa bersalah dengan ditahannya gaji para tenaga operator ini, tetapi karena masalah administrasi terpaksa harus tertunggak.

Kesalahan yang terjadi saat ini, pihaknya juga akan mencoba melakukan perbaikan- perbaikan sehingga kedepannya tidak terulang lagi kasus seperti ini. Selain itu, pihaknya juga berharap kepada para tenaga operator tosa untuk tetap bekerja karena hak dalam bekerja pasti akan diberikan.

“Kami berharap para operator ini bisa bersabar dan tetap bekerja, karen bulan ini gaji selama tiga bulan akan segera cair,” tandasnya. (ils)