Tumpukan Sampah di Mataram Harus Tuntas dalam Dua Minggu

Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburahman melakukan peninjauan alat di DLH Kota Mataram. Dengan alat dan SDM yang ada, DLH Kota Mataram diberi target mengangkut seluruh tumpukan sampah selama dua minggu kedepan.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyelesaikan pengangkutan sampah yang masih berserakan dan menumpuk di beberapa titik dalam waktu dua minggu kedepan. Tugas tersebut sekaligus untuk membuktikan keseriusan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mewujudkan mataram yang HARUM (harmonis, aman, ramah, unggul, dan mandiri).

“Ini sangat kita harapkan untuk mewujudkan visi aman dan nyaman, dan ini termasuk peran dari DLH,” ujar Mujiburrahman saat melakukan sidak ke Kantor DLH Kota Mataram, Rabu, 3 Maret 2021. Menurutnya, penumpukan sampah yang terjadi di setiap kelurahan saat ini telah menjadi atensi seluruh masyarakat.

Iklan

“Untuk itu kita tekankan ke DLH agar melakukan tindakan cepat untuk solusi jangka pendek. Perlihatkan ke masyarakat sampah yang masih berserakan bisa diatasi terlebih dahulu dengan kemampuan yang ada. Supaya 1-2 minggu ini ada perubahan, hilangkah dulu sampah yang menumpuk,” sambungnya.

Jika hal tersebut berhasil dilakukan, dirinya bersama Walikota dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram akan memanggil secara khusus seluruh jajaran DLH Kota Mataram untuk membicarakan solusi jangka panjang penanganan sampah. “Tapi kita ingin lihat keseriusannya (DLH) dulu. Setelah itu baru kita dalami lagi. Pengangkutan sampah yang berserakan ini dulu jadi prioritas, supaya ada perubahan wajah Kota Mataram ini,” jelas Mujiburrahman.

Diterangkan, jika upaya maksimal bisa dilakukan DLH dengan kemampuan yang ada saat ini, pihaknya siap melakukan stressing dengan meningkatkan anggaran penanganan sampah pada penyususnan APBD perubahan mendatang. Kendati demikian, Mujiburrahman menekankan seluruh upaya ini harus dilandaskan pada aksi nyata.

“Tidak perlu paparan panjang-lebar. Dengan armada yang ada sekarang, (DLH harus) mengangkut sampah yang berserakan. Minggu depan bersama Pak Walikota kita akan panggil (jajaran DLH) untuk langkah yang lebih jauh,” ujarnya.

Berdasarkan catatan DLH Kota Mataram, volume sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 1.350,69 meter kubik atau seberat 337,67 ton per hari. Jumlah tersebut didominasi sampah rumah tangga dan sampah pasar 71,49 persen. Kemudian sekitar 985,5 meter kubik atau 246,5 ton dari jumlah tersebut diproses di tempat pembuangan akhir (TPA),  sedangkan sisanya sekitar 362,9 meter kubik atau 90,37 ton per hari tidak dikelola di TPA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, M Nazaruddin Fikri, menerangkan salah satu masalah utama penanganan sampah di Kota Mataram saat ini adalah bermunculannya TPS liar. Hal tersebut mempersulit DLH Kota Mataram dalam melakukan pengangkutan sampah tepat waktu.

“Yang kita kelola resmi saja ada 20-an TPS, sedangkan yang liar ini selalu bertambah karena kurangnya pengawasan dari tingkat bawah. Membuat ekskavator mini kita selalu berkeliling melebihi 20 titik (resmi) yang ada,” ujar Nazaruddin, Rabu, 3 Maret 2021.

Diterangkan, saat ini DLH Kota Mataram memiliki tiga wheel loader yang masing-masing difungsikan di TPS Sandubaya dan TPS Lawata. Sedangkan satu unit ekskavator mini bertugas bekeliling membantu proses pengangkutan sampah di masing-masing TPS, termasuk TPS liar.

“Adanya TPS liar ini yang membuat tambah lama. Karena sekali (proses) angkut bisa sampai dua jam,” jelasnya. Di sisi lain, pihaknya tidak membantah keinginan Walikota dan Wakil Walikota Mataram agar dilakuan penanganan cepat untuk penumpukan sampah.

“Kita kerja tidak mengenal hari libur. Kita kerja setiap hari seminggu; tidak 24 jam, tapi tidak juga hanya 5 hari. Kita upayakan dengan armada yang ada (dapat mengurai penumpukan sampah). Karena beliau (Walikota dan Wakil Walikota, Red) juga paham dengan kemampuan kita,” tandas Nazaruddin. (bay)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional