Tukang Bangunan Diduga Edarkan Sabu

Pasangan suami istri di Babakan, Sandubaya, Mataram dipergoki berjualan narkoba. Mereka melengkapi rumahnya dengan CCTV untuk memantau pelanggan atau polisi yang datang.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB)  – Komplotan pengecer sabu ditangkap Polda NTB. Dua orang diamankan dari rumah di Dopang, Gunungsari, Lombok Barat. Mereka diamankan dengan barang bukti 8,01 gram sabu dan uang tunai Rp12,3 juta.

Dua pelaku ini AL (37) dan JA (36) ditangkap pada Selasa, 10 Agustus 2021 dini hari. “Mereka yang menjual sabu,” kata Wadirresnarkoba Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah, Rabu (11/8). AL yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan ini ditangkap bersama orang yang membantu menjualkan. Yakni RA dan HM. Kedua orang ini diamankan saat sedang mengambil barang untuk dibawa ke pelanggan.

Iklan

Barang bukti yang disita antara lain sabu seberat 2,84 gram dan alat isap sabu. Rumah itu juga disediakan AL sebagai tempat pesta sabu. Uang tunai Rp3,85 juta pun disita. Dari interogasi AL, ditangkap lagi JO yang menyediakan tempat transaksi narkoba di Desa Mambalan, Gunungsari, Lombok Barat.

“Di tempat kedua, kita temukan sabu ada 13 poket. Beratnya 5,17 gram. Sabu ini disimpan di dalam celana di lemari pakaian,” jelas Erwin. JO ini merupakan jaringan AL yang sudah berjualan sabu dalam tiga bulan belakangan ini.

Istri Bantu Suami Jualkan Sabu

Sementara di Babakan, Sandubaya, Mataram, penangkapan pengecer sabu inisial DS (23) membongkar praktik penjualan sabu yang dijalankan pasangan suami istri, SH (29) dan YA (28).

Pasangan suami istri mengecer sabu dari rumah yang dilengkapi dengan kamera CCTV. “Mereka untuk sementara diduga pengedar,” jelas Erwin.

Pasutri ini punya banyak pelanggan sehingga menggunakan penjaja inisial DS (23).

Penjaja atau pengantar barang ini yang tertangkap awalnya saat transaksi dengan pembeli di luar rumah.

Ketahuan, DS mencoba kabur melalui tanah kosong. Tapi di ujungnya, sudah ada anggota polisi lain yang berjaga.

“Dia ini membantu menjual. Yang punya barangnya, SH,” sebut Erwin. Rumah pasutri ini kemudian digerebek. Sang suami, SH sdang berada di dalam rumah. Ditemukan dua poket sabu di dalam bungkus rokok.

Tim Khusus Ditresnarkoba Polda NTB tidak percaya barang jualan SH hanya yang ada di dalam bungkus rokok itu saja. Seisi rumah pun digeledah. Akhirnya, poket sabu lainnya ditemukan. “Disimapan di balik tembok kamar,” urai Erwin.

Poket sabu sejumlah 16 plastik klip. Setiap klipnya dibubuhi harga masing-masing. Mulai dari Rp100 ribu sampai Rp250 ribu. Pelanggan pasutri ini cukup banyak. Bahkan saat proses penggeledahan pun mereka tetap berdatangan.

Empat orang calon pembeli ini tidak tahu rumah yang dituju sedang digerebek polisi. Akhirnya mereka pun ikut diamankan. Penggeledahan belum selesai.

DS, yang awalnya hendak kabur ini menyerah dan menunjukkan tempatnya menyimpan sabu. Sabu ini diselipkan di dalam dompet yang diletakkan di tanah. Barang bukti ini sebelumnya dibuang saat polisi datang. “Isinya ada delapan poket siap edar,” kata Erwin.

Dari interogasi sementara, istri SH yang berinisial YA mengetahui kegiatan suaminya. Bahkan diduga ikut membantu. Tampak dari bukti percakapan di dalam ponsel sang istri yang terkait dengan pemesanan sabu. “Untuk selanjutnya kita lakukan pengembangan,” tutup Erwin. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional