Tujuh Sungai Rawan Timbulkan Banjir Besar di Sambelia

SUNGAI - Sungai di Sambelia yang saat ini masih terlihat kering meski musim hujan.  Namun, sungai ini akan ada aliran air jika terjadi hujan di bagian pegunungan. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Terdapat tujuh sungai di wilayah Kecamatan Sambelia rawan menimbulkan banjir besar hingga kerap menyapu rumah-rumah penduduk. Tujuh sungai ini adalah Sungai Senang Galih di Sambelia, Sungai Kokoq Rajak di Sugian, Sungai Belanting, Sungai Batu Sila, Sungai Padamekan ke Pekendangan dan aliran Sungai Melempo, Sungai Beburung Desa Madayin dan Sungai Obel-Obel.

‘’Seluruh sungai tersebut butuh normalisasi. Di mana, saat ini sebelum hujan lebat datang sungai-sungai tersebut justru kering. Tidak ada air yang mengalir. Namun saat hujan gunung datang, sungai-sungai ini mengancam perkampungan warga desa-desa di wilayah Kecamatan Sambelia,’’ aku Camat Sambelia, Zaitul Akmal menjawab Suara NTB, Kamis,  15 November 2018.

Iklan

Permintaan normalisasi sungai-sungai tersebut sebenarnya sudah lama disampaikan Camat Sambelia ke beberapa instansi, termasuk ke Balai Wilayah Sungai. Namun, sampai sekarang belum direspons.

Diakuinya, Sambelia menjadi daerah yang langganan banjir setiap tahunnya. Musim hujan lebat Sambelia selalu dihantam banjir bandang. Kondisi ini sebenarnya menuntut segera dilakukan normalisasi agar saluran air ini tidak ditumpuk batuan-batuan pegunungan.

Sambelia saat ini diakui dalam kondisi yang sangat rawan banjir. Pascagempa bumi dikhawatirkan, longsoran-longsoran gunung yang terjadi itu menyimpan air dan tumpah serta mengalir ke Sambelia.

Menyikapi hal itu, terangnya, Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy sudah memerintahkan untuk segera dilakukan langkah antisipatif. “Dalam rangka antisipasi, sudah ada kebijakan bupati yang mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Sambelia dan Lotim ini untuk ikut partisipasi melakukan normalisasi,” tutur Camat Sambelia.

Pihak perusahaan-perusahaan yang notabenenya memiliki alat-alat berat ini diminta mengeluarkan alat beratnya itu guna bersama-sama menyingkirkan batuan-batuan besar di dasar sungai agar bisa menampung aliran air. Normalisasi sungai ini semata ditujukan agar air tidak melimpah ke permukiman penduduk.

Di antara perusahaan yang sudah diajak kerjasama adalah PT Eka Praya,. PT Lombok Energi dan  PT Relayasa industri. Perusahaan-perusahaan besar ini dimintai turut ambil bagian karena ketika banjir, juga bisa mengancam kawasan perusahaan tersebut. (rus)