Tujuh Pemilik Lahan Enclave The Mandalika Terima Rp20,8 Miliar

Pemilik lahan encklave Mudham melakukan proses administrasi penerimaan uang ganti untung atas lahannya di Kantor Camat Pujut, kabupaten Lombok Tengah, NTB, Kamis, 1 April 2021 . (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN operator KEK Mandalika terus berupaya menyelesaikan pembebasan lahan enclave di wilayah penetapan lokasi (Penlok) 2 Jalan Kawasan Khusus The Mandalika. Kamis, 1 April 2021, ITDC melanjutkan pembayaran ganti untung batch 2 atas pengadaan tanah kepada tujuh warga pemilik lahan enclave dengan total nilai sebesar Rp20,8 miliar untuk 7 bidang lahan seluas 14.846 m2.

Penentuan nilai ganti untung ini sesuai dengan harga appraisal yang telah ditetapkan. Penlok 2 sendiri terdiri dari 29 bidang lahan dengan total luas lahan 65.267 m2. Sebelumnya, pada Jumat, 26 Maret 2021, pembayaran ganti untung batch 1 telah dilakukan kepada 10 warga dengan nilai Rp27,7 miliar untuk lahan enclave seluas 22.086 m2.

Iklan

Pembayaran ganti untung untuk penlok 2 JKK The Mandalika mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang terwujud melalui peran serta berbagai lembaga diantaranya, Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP) dan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dan Kementerian ATR/BPN.

Lahan enclave yang termasuk ke dalam Penlok 2 nantinya akan dijadikan lokasi untuk pembangunan fasilitas penunjang penyelenggaraan MotoGP dan dan WSBK (paddock, pit building, medical centre dan bangunan penunjang lainnya). Kegiatan penyerahan uang ganti untung batch 2 ini dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kemenparekraf RI Oneng Setyaharini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Harry Noor Sukarna, Pemimpin Bidang Pemasaran Bisnis Kantor BNI Cabang Mataram Kadek Yulie Mahendri, dan Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo di Kantor Camat Pujut, Desa Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah.

Dihadiri oleh Kepala BPN Lombok Tengah sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah H. Lalu Suharli, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Lombok Tengah Lalu Rahadian, Camat Pujut Lalu Sungkul, dan Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro. Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemerintah melalui Kemenparekraf RI, KSP, KPPIP, Kementerian ATR/BPN dan LMAN, Pemprov NTB,serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam mendukung percepatan pembangunan The Mandalika khususnya terkait pembebasan lahan di area JKK.

“Kami juga sampaikan terima kasih kepada warga yang telah melepaskan asetnya dan secara sukarela membongkar bangunan diatas lahannya. Hal ini menunjukkan dukungan dan kesadaran masyarakat atas manfaat pengembangan The Mandalika bagi peningkatan perekonomian di NTB khususnya daerah penyangga The Mandalika secara jangka panjang,” katanya.

Arie menambahkan, kerelaan masyarakat untuk melepaskan lahan mereka merupakan buah dari pendekatan humanis yang  dilakukan selama proses pembebasan lahan enclave berlangsung. “Dalam prosesnya, kami menitikberatkan pada upaya dialog dan persuasif dengan pemilik lahan enclave sehingga pemilik lahan memahami manfaat proyek ini bagi keluarga mereka di masa datang dan akhirnya bersedia melepaskan tanah mereka,” katanya.

Selain itu, proses pembebasan lahan enclave telah dilaksanakan sesuai aturan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga pemenuhan hak-hak masyarakat selalu menjadi perhatian. Para penerima ganti untung ini menyampaikan terimakasih dan turut mendukung pemerintah membangun KEK Mandalika. (bul)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional