Tujuh Kapal Feri Segera Layani Lintasan Lembar-Ketapang

Listyono Dwitutuko

Mataram (Suara NTB) – Tujuh kapal feri mendapat izin dari Kementerian Perhubungan untuk melayani lintasan panjang, Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) – Pelabuhan Ketapang Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Pelayaran perdana rencananya akan dimulai pada 20 Desember 2020 ini.

“Doakan saja, semoga lancar. Sudah fix. Sementara masih nunggu operasi perdananya,’’ ujar Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberang (Gapasdap)Provinsi NTB, Listyono Dwitutuko dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 7 Desember 2020.

Iklan

Sehubungan dengan telah terbitnya SK Menteri Perhubungan  No : 308 Tahun 2020 Perihal Penetapan Lintas Penyeberangan Antara Pelabuhan Ketapang-Pelabuhan Lembar, dicantumkan ada tujuh kapal yang akan beroperasi.

Yakni KMP Dharma Ferry VIII milik PT. Dharma Lautan Utama, KMP. Portlink VII milik PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero). KMP. Jambo X milik PT. Duta Bahari Menara Line. KMP. Parama Kalyani milik PT. Jamla Ferry. KMP. Swarna Cakra milik PT. Jembatan Nusantara,  KMP. Munic VII milik PT. Munic Line, dan KMP Liputan XII milik PT. Segara Luas Sukses Abadi.

Layanan lintas panjang ini masih memastikan kesiapan dua dermaga, baik Dermaga Lembar, maupun dermaga di Pelabuhan Ketapang. Sebagai operator KMP Dharma Ferry VIII,  Kepala Cabang PT. Dharma Lautan Utama ini menegaskan kesiapan kapalnya yang akan dioperasikan.

“Kapal-kapal milik operator lainnya masing-masing juga mempersiapkan diri,” ujarnya.

Untuk layanan penyeberangan Lembar-Ketapang ini, Listyono menyebut lama pelayaran sampai 13 jam sampai 14 jam. Keberadaan pelayanan lintas panjang ini menjadi alternatif karena turunnya permintaan penyeberangan ke Ketapang – Gili Manuk (Bali) dan Padangbai (Bali)-Lembar (Lombok) setelah beroperasinya pelayanan lintas panjang Pelabuhan Tanjung Wangi (Banyuwangi) – Pelabuhan Gili Mas (Lembar).

Provinsi Bali, imbuh Listyono, saat ini tengah mengurangi frekuensi lalu lintas kendaraan truk yang melewati Pulau Dewata. Yang selama ini menjadi koneksi timur dan barat Indonesia. Otomatis, tuntutan masyarakat adalah dibukanya jalur langsung Lombok-Jawa Timur atau sebaliknya.

Tujuh kapal yang sudah mendapatkan izin melayani Lembar-Ketapang ini adalah kapal-kapal yang sebelumnya eksisting melayani Padangbai- Gili Manuk (dialihkan). Kendati rute ini akan dilayani dalam waktu dekat, Listyono belum memastikan kisaran tarifnya.

‘’Tarif angkutan pelayarannya sudah. Tinggal dari ASDP, karena ASDP harus menyusun jasa kepelabuhanan  dan asuransinya. Sedang proses di ASDP,’’ demikian Listyono.(bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional