Tujuh Hari Kerja, ASN Berhak Dapat Kompensasi

Mataram (suarantb.com) – Wacana penambahan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi tujuh hari dalam sepekan mulai jadi perbincangan hangat di kalangan ASN. Hari kerja ASN yang semula hanya lima hari dalam sepekan, ditambah dua hari pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian ASN diwajibkan kerja penuh selama tujuh hari dalam sepekan.

Ketua Fraksi Keadilan Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji mengatakan, penambahan dua hari pelayanan masyarakat dalam hari kerja ASN membutuhkan adanya kompensasi, baik dalam bentuk materi ataupun waktu. Sebagaimana layaknya pengeluaran suatu kebijakan, harus disertai dengan adanya pertimbangan terhadap konsekuensi yang ditimbulkan.

Iklan

ASN sebagai pegawai pun membutuhkan istirahat. Oleh sebab itu, dengan waktu penuh dalam sepekan tanpa adanya hari libur yang ditetapkan, ASN berhak mendapatkan kompensasi dan harus dipenuhi pemerintah.

“Tatkala kita bekerja di saat orang libur, saat orang istirahat, tentu harus ada hak kompensasinya,” ujarnya kepada suarantb.com, Selasa, 29 November 2016.

Menurut Misban, tingkat produktivitas ASN tidak selamanya dipengaruhi jumlah jam kerja pegawai. Selama kinerja ASN bagus, tingat produktivitasnya pun akan tetap bagus sekalipun jam kerjanya pendek.

“Meskipun tiga hari kerja, kalau kinerjanya bagus, produktivitasnya pasti tinggi, tidak berpengaruh mau tiga hari kerja atau tujuh hari kerja,” ungkapnya. Namun penambahan hari kerja tersebut hanya bertujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga pelayanan masyarakat menjadi lebih optimal, tanpa harus terhambat oleh adanya hari libur di instansi-instansi pemerintahan.

Menanggapi hal itu, Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh mengatakan akan mempertimbangkan hari kerja ASN di tiap-tiap SKPD yang ada di lingkup pemerintahannya. Namun saat ini ia masih menunggu kepastian wacana tersebut dari pemerintah pusat. Sehingga nantinya dapat menyesuaikan dengan pengaturan waktu kerja birokrasi Kota Mataram. Dengan demikian, ASN  yang ada di Kota Mataram dapat bekerja maksimal dan waktu istirahat yang sesuai.

  Integrasi Jagung-Sapi Harus Berorientasi Bisnis dan Industri

“Kita tunggu kepastian dari pemerintah pusat. Baru nanti kita sesuaikan dengan SKPD-SKPD kita,” pungkasnya. (rdi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here