Tujuh Formasi Dokter Spesialis di Lobar Nihil Pelamar

Kasubbid Pengadaan Pegawai pada BKD PSDM Lobar, Hirman Zulkarnain sedang mengecek pelamar CPNS yang mendaftar. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi ditutup, Senin, 26 Juli 2021. Hingga pukul 14.00 wita, data Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Lobar mencatat sebanyak 2.697 yang sudah mendaftar. Sayangnya dari 124 formasi CPNS Lobar terdapat 7 formasi dokter spesialis yang kosong.

“Memang ada yang kosong, semua menumpuk di dokter spesialis 7 yang kosong,” terang  Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengadaan Pegawai pada BKD PSDM Lobar, Hirman Zulkarnain yang dikonfirmasi di kantornya.

Iklan

Ia menerangkan  tujuh formasi kosong itu terdiri dari dokter spesialis anastesi dengan dua formasi, spesialis bedah formasi tiga, spesialis bedah mulut, spesialis kulit dan kelamin, spesialis mata, spesialis patologi klinik, spesialis radiologi dan spesialis THT. “Dari 13 jenis formasi dokter spesialis ada 7 yang kosong. Yang terisi itu spesialis anak, spesialis kandungan, spesialis jiwa, spesialis penyakit dalam, dan spesialis rehabilitasi,” ungkapnya.

Pihaknya pun tidak mengetahui mengapa kurangnya minat pelamar terhadap formasi itu, sehingga kosong. Padahal syarat pendaftaran sama semua dengan kabupaten/kota lainnya. Hanya saja kondisi kosongnya formasi dokter spesialis itu dialami juga oleh Kabupaten Lombok Utara dan Kota Mataram.“Mungkin karena dari sisi pelamar,” terangnya.

Berbeda dengan spesialis justru pelamar untuk dokter umum tetap ada peminat.  Dari dua formasi yang dibutuhkan sudah ada tujuh pelamar yang mendaftar. Kemudian formasi yang paling banyak pelamarnya ada pada posisi bidan. Dari 14 formasi hampir 1.075 yang mendaftar. Selanjutnyan formasi yang didominasi perawat, terdapat 559 pelamar dari 10 formasi yang dibutuhkan. Selanjutnya pada formasi perawat ahli 321, dan asisten apoteker 293.

Apakah akan ada perpanjangan untuk mengisi kekosongan itu, Hirman tak bisa memberikan jawaban, karena hal itu kembali lagi kepada pimpinan. Hanya saja diakuinya pihaknya sudah melaporkan kekosongan formasi itu kepada Asisten III Setda Lobar.“Yang jelas kita punya waktu karena pengumuman hasil administarasi pada 2 agustus. Minimal lima hari ke depan kita sudah finalkan (administrasi),” sambungnya.

Tak bisa dipungkiri sejauh ini Lobar sangat membutuhkan dokter spesialis. Sejak bertahun-tahun kebutuhan akan dokter sepesialis ini selalu disampaikan dua rumah sakit milik Lobar. Pihaknya khawatir jika kembali diusulkan kepada Kemenpan RB untuk CPNS 2022 mendatang, belum tentu disetujui. “Seperti contoh tahun ini kita usulkan tenaga teknis IT untuk sekretariatan daerah dan dinas- dinas tidak keluar tahun ini (tidak disetujui),” imbuhnya.

Meski demikian pihaknya akan tetap melanjutkan tahapan verifikasi berkas pelamar 1.697 itu.  Sesuai jadwal Pengumuman hasil seleksi administrasi akan dimulai dari 28 – 29 Juli. Lalu terkait dengan masa sanggah akan berlangsung dari 30 Juli – 1 Agustus, disambung dengan masa jawab sanggahan itu mulai 30 Juli – 8 Agustus. Kemudian pengumuman pasca sanggah rencananya pada 9 Agustus.

Tes SKD rencananya akan dilaksanakan nanti tanggal 25 Agustus sampai 4 Oktober 2021 serta pengumumannya direncanakan pada tanggal 17 – 18 Oktober mendatang. Lalu disambung dengan persiapan pelaksanaan SKB yang dimulai tanggal 19 Oktober sampai 1 November 2021 dan pelaksanaan tes SKB mulai tanggal 8 – 29 November 2021. Penyampaian hasil integrasi SKD dan SKB beserta seleksi PPPK non-guru, rencananya tanggal 15 sampai 17 Desember. Di bulan yang sama, pengumuman kelulusan direncanakan pada tanggal 18 sampai dengan 19 Desember 2021.(her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional