Tujuh Anggota Polres Dompu Terancam Dipecat

Dompu (Suara NTB) – Tujuh orang anggota Polres Dompu terancam dipecat tidak dengan hormat dalam waktu dekat ini. Mereka dianggap sudah melakukan pelanggaran berat dan mencoreng nama baik institusi kepolisian, seperti terlibat kasus pembalakan liar, penyalahgunaan sabu, penipuan, penggelapan dan tindak pidana melanggar hukum lainnya. Mereka yang terancam dipecat yakni Ys, Sp, Sg, Rf, Hr, Nv dan Cn.

Hal tersebut diungkapkan Wakapolres Dompu, Kompol Etek Riawan, SE kepada wartawan di ruang kejanya, Senin, 7 Agustus 2017. “Mereka tinggal kita sidangkan untuk mendapat putusan pemecatan tidak hormat. Berkas sudah kita ajukan ke Polda tinggal kita sidangkan saja,” ujarnya.

Iklan

Tindak pidana yang telah melibatkan oknum kepolisian ini jelas Etek Riawan, awalnya ditandai dengan malas masuk kantor dan menyalahgunakan sabu. Karena mengalami ketergantungan mereka akhirnya mencari jalan pintas dengan cara memanfaatkan seragam polisi untuk melakukan kejahatan.

Tak tanggung-tanggung mereka bahkan menjadi eksekutor utamanya, seperti yang dilakukan Ys beberapa waktu lalu, yang mana mengendarai sendiri truk yang mengangkut kayu ilegal.

“Kasusnya memang beragam seperti penipuan, penggelapan dan sabu. Pada dasarnya tidak pernah masuk dan melakukan kejahatan di luar,” ujarnya.

Menurutnya, ketika oknum-oknum tersebut dipecat maka anggota Polres Dompu akan terbebas dari pengaruh melakukan aksi kejahatan, karena memang otak utamanya disinyalir tujuh orang ini. Dan pihaknya sudah beberapa kali memberi peringatan untuk mereka yang melanggar disiplin agar tidak mengulangi perbuatanya. Hanya memang perintah tersebut tak pernah diindahkan.

“Jadi buat apa kita pertahankan orang seperti seperti itu,” tegasnya.

Sementera itu disinggung soal gaji tujuh anggota Polres Dompu tersebut, Etek Riawan mengatakan saat ini kartu ATM mereka terblokir, bahkan langkah itu diambil saat mengetahui anggotanya tidak masuk selama tujuh hari kerja. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional