Triwulan II, Ekonomi NTB Tumbuh Jauh Lebih Baik dari Perkiraan

Salah satu aktivitas ekonomi di tengah pandemi Covid-19, di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada triwulan II tahun 2020 ini tumbuh 0,52 persen dengan memasukkan kategori tambang. Pertumbuhan ini disebut-sebut jauh lebih baik dari yang diperkirakan.

Hasil olahan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, secara nasional pada triwulan II tahun 2020 ini ekonomi nasional tumbuh -4,19%. Sementara pertumbuhan ekonomi NTB tanpa memasukkan kategori tambang tumbuh menjadi 0,51 persen.

Iklan

Pertumbuhan ekonomi secara year on year (yoy) dibanding triwulan II tahun 2019 lalu, ekonomi NTB tumbuh -1,41% dan tumbuh -7,97% tanpa tambang. Sementara pertumbuhan nasional pada periode yang sama  tumbuh -5,32%.

Perekonomian Provinsi NTB yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2020 mencapai Rp 32,79 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 23,07 triliun.

Struktur PDRB NTB dari sisi produksi didukung oleh Pertanian: 27,53%, Pertambangan: 16,90%, Perdagangan : 14,48%, Konstruksi: 7,95%, Administrasi Pemerintahan: 6,53%. Terhadap pertumbuhan ekonomi, pada triwulan II tahun 2020 ini, lapangan Usaha dengan Pertumbuhan Tertinggi (yoy) Pertambangan : 47,78%, Informasi dan Komunikasi : 17,81%,  Jasa Keuangan dan Asuransi : 10,83%,  Listrik dan Gas: 9,03%,  Pengadaan Air: 4,96%.

Sementara struktur PDRB NTB dari sisi pengeluaran paling besar pengeluaran konsumsi rumah tangga : 62,24%, PMTB : 35,18%,  Pengeluaran konsumsi pemerintah : 15,53%, Ekspor luar negeri : 5,26%,  Impor luar negeri : 2,92%. Dan Kelompok dengan Pertumbuhan Tertinggi-Kontraksi Terendah (yoy), ekspor luar negeri : 19,81%, Impor luar negeri : 8,73%, Pengeluaran konsumsi pemerintah : -2,63%, Pengeluaran konsumsi rumah tangga : -2,95% dan  Pengeluaran Konsumsi LNPRT : -4,68%.

Sarwoto, Deputy Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTB mengatakan, pertumbuhan tambang pada triwulan II’2020 tumbuh sangat signifikan, didorong peningkatan produksi pada triwulan II’2020 serta efek dari LU pertambangan dan penggalian yang terkontraksi -10,76% di triwulan II’2019.

“Historisnya triwulan II turun. Tapi Alhamdulillah bisa lebih baik. Tambang tumbuhnya lebih tinggi dari proyeksi kita. qtq proyeksi kita ekonomi tumbuh -7,” ujarnya.

Agar pertumbuhan ekonomi NTB lebih baik ke depan, menurutnya yang perlu didorong antara lain pengeluaran pemerintah yang secara yoy masih turun -2,62%.

Konsumsi rumah tangga juga dapat ditingkatkan lewat bantuan-bantuan sosial. Salah satunya seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. “Bantuan pemerintah juga berpengaruh signifikan untuk menaikkan konsunsi dan pengeluaran pemerintah,” demikian Sarwoto. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here