Triwulan I, Capaian PAD Lotim Masih Rendah

Muhammad Azlan  (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Tahun anggaran 2021, target Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 411,7 miliar. Realisasi sampai 30 Maret 2021 lalu, 10,14 persen atau baru mencapai   Rp 41 miliar lebih. Capaian ini dinilai masih jauh dari target rata-rata pertriwulan di atas 20 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim, Muhammad Azlan saat ditemui usai rapat pembahasan capaian PAD di kantor Bupati Lotim, Kamis, 8 April 2021. Meski capaian masih rendah, Azlan mengaku tetap optimis bisa mengejar target. Menurutnya, pada triwilan pertama ini saja masih banyak capaian yang sudah terealisasi namun belum diinput datanya.

Iklan

Penerimaan yang bersumber dari pemisahaan  kekayaan daerah seperti Bank NTB Syariah yang belum menggelar Rapat Umum Pimpinan Saham (RUPS) sehingga belum memberikan gambaran besaran dividen yang akan diberikan ke Lotim. Perusahaan daerah yang sudah RUPS baru PT Selaparang Finansial dengan kontribusi Rp3,5 miliar.

Sumber dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga sudah berupaya maksimal. Tetapi upaya tersebut masih terkendala pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Pandemi masih menjadi kendala terbesar untuk mecapai PAD. Pada tahun 2020 lalu, Lotim tidak bisa mencapai target Rp383 miliar PAD yang sudah ditetapkan.

Catatan di masing-masing OPD capaiannya banyak di bawah 10 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) baru tercapai 6,59 persen, Rumah Sakit Umum Dr. R. Soedjono Selong 9,02 persen, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian 4,9 persen. Dinas Pariwisata 12 persen dan Bapenda sendiri baru mencapai 8,6 persen.

Khusus dari Bapenda, sambung Azlan penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (P2) mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Maret tahun lalu diraih PBB P2 Rp 972 juta sekarang sudah bisa Rp1,2 miliar. “Ini artinya sudah setengah miliar peningkatannya,” sebutnya. Lainnya yang dinilai cukup fenomenal adalah BPHTB yang dulu triwulan pertama Rp1,4 miliar sekarang menjadi Rp2,1 miliar. Sementara, Pajak MBLB  mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yakni pada posisi sama tahun lalu Rp1,8 miliar sedangkan sekarang Rp 1,2 miliar. “Mudahan seiring dengan peningkatan nilai proyek akan bisa meningkat,” demikian. (rus)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional